Banjir Jadi Tanggungjawab Bersama

banjir
PENUH AIR: Akibat Drainase yang tidak berfungsi dengan baik, beberapa ruas jalan di Kota Bandung diterjang banjir yang berefek kepada timbulnya kemacetan.
0 Komentar

Ada juga persiapan kolam retensi untuk menampung sementara volume air berskala besar yang akan dialirkan secara perlahan. Selain itu ada juga kolam resapan dan rumah pompa yang digunakan untuk wilayah yang lebih rendah dari dataran sungai. ’’Adapun daerah yang rawan banjir di Kota Bandung di antaranya Cinambo, Sungai Panjalu, dan Sungai Citepus. Karena sungai tersebut mengalami penyempitan akibat banyaknya bangunan di sepanjang bibir sungai,’’ paparnya.

Sementara sungai yang dominan sampahnya sangat tingi di antaranya di wilayah Bandung bagian barat. Mulai dari Jalan Laswi hingga ke Bojongloa. Jika turun hujan, kata dia, sampah dari sungai bisa terkumpul mencapai 4 truk per hari. ’’Kita siapkan petugas unit reaksi cepat (URC) antisipati banjir di sungai. Mereka bertugas mengawasi sungai sekaligus membersihkan saluran sungai dari sampah yang menyumbat,’’ jelas Sihar.

Sementara untuk pencegahan banjir yang mengancam rumah warga di sepanjang daerah aliran sungai (DAS), pihaknya melakukan pembatasan bibir sungai dengan cara ditinggikan. Dirinya menambahkan, potensi masalah banjir di Kota Bandung juga kemungkinan datang dari wilayah kabupaten Bandung. ’’Untuk meminimalisir terjadinya banjir, maka kami akan upayakan kerja sama antara Kota Bandung dan Kabupaten Bandung,’’ tuturnya.

Baca Juga:Lebih Efektif dengan Pendekatan Pop CulturePenyebab Jatuhnya T-50i Tunggu Hasil Investigasi

Dia berharap juga kepada warga Bandung, khususnya bagi yang tinggal di daerah aliran sungai agar turut aktif menjaga kebersihan, salah satunya dengan tidak membuang sampah ke sungai. ’’Masalah banjir merupakan tanggung jawab kita semua, sehingga peran aktif dan kesadaran warga sangat kami butuhkan,’’ ujar tandasnya. (ca/A1/far)

0 Komentar