Menurut dia, bermain di posisi kiper memang dituntut untuk memiliki mental yang kuat. Menjaga konsentrasi pun mutlak dijadikan pedoman agar tidak mengecewakan tim dan pendukung.
”Kalau striker itu kan misal seribu peluang gagal tapi sekali menggolkan terus membawa tim menang dapat apresiasi, tapi kalau kiper 89 menit misal main bagus, tapi pas 90 menit kegolan ya sudah habis,” bebernya.
Lebih lanjut, Away menilai seiring berjalannya waktu metode kepelatihan kiper selalu berkembang. Ada beberapa program yang masih digunakan dan ada juga yang ditinggalkan.
Baca Juga:Ronaldo Tak Terbendung, Kembali Cetak HattrickNyonya Tua Bungkam Citizen
”Kalau sekarang kan lebih banyak ke metode yah, kalau zaman saya lebih ke otodidak. Dulu itu kan di Persib jarang ada pelatih fisik jadi kita menahan tembakan saja,” ulasnya.
Sebagai contoh dalam menguatkan kondisi fisiknya, dia acap kali diinstruksikan loncat sambil menopang beban. Namun dewasa ini, metode tersebut telah berubah, meskipun bukan tak mungkin cara tersebut akan digunakan kembali kelak.
”Saya kalau dulu disuruh angkat besi loncat-loncat sampai seratus kali. Sekarang itu untuk menyiasati tidak harus dengan cara itu, ada metode lain. Tapi mungkin suatu saat digunakan lagi,” bebernya. (rie)
