Kumpulkan Pelaku Industri

TOKOH ANIMASI: Animasi robot kucing Doraemon dan Lainnya tampil pada pembukaan Doraemon 100 Secret Gadget Expo di Ancol Beach City, Jakarta, akhir tahun lalu. Pameran tersebut menampilkan sebanyak 100 peralatan Doraemon.[/caption]

Kepala Badan Ekonomi Kreatif Triawan Munaf menyatakan, pihaknya tengah mematangkan agenda Temu Kreatif Nasional I pada 4 Agustus mendatang. ”Kami akan mengumpulkan pelaku industri kreatif di tanah air,” ujarnya kemarin.

Dalam acara yang akan dilaksanakan di Indonesia Convention & Exhibition BSD City Tangerang tersebut, kata Triawan, pelaku industri kreatif di bidang aplikasi dan game developer, arsitektur, desain interior, desain komunikasi visual, desain produk, film, animasi dan video, fotografi, kriya kuliner, musik, penerbitan, periklanan, seni pertunjukan, senirupa, televisi, dan radio bakal dilibatkan. ”Kami ingin mengoptimalkan peran industri kreatif bagi perekonomian,” tegasnya.

Optimisme yang tinggi muncul dari pelaku industri kreatif. Wakil Ketua Umum Kadin Bidang Industri Kreatif Budiarto Linggowijono mengungkapkan, di tengah perlambatan ekonomi seperti saat ini, dirinya optimistis industri kreatif tetap bisa tumbuh signifikan. ”Proyeksi kami akan tumbuh 28 persen,” ucapnya.

Dia menyebutkan, tahun lalu, nilai pasar industri kreatif di Indonesia sudah mencapai Rp 700 triliun. Tahun ini, dia optimistis nilai tersebut bakal menembus Rp 900 triliun. Karena itu, kontribusi industri kreatif terhadap produk domestik bruto (PBD) juga diproyeksikan naik. ”Tahun lalu kontribusinya 7 persen. Tahun ini semoga bisa 9 persen,” ujarnya.

Indonesia memang sangat berpotensi untuk menggenjot kinerja industri kreatif. Sebab, kreativitas Indonesia memang cukup unggul, setidaknya di kawasan Asia Tenggara (ASEAN). Dalam laporan Creative Productivity Index (CPI) 2014 yang dipublikasikan Asian Development Bank (ADB), Indonesia berada di peringkat ke-12 di antara 24 negara yang disurvei. CPI diukur berdasar kapasitas inovasi, insentif inovasi, serta iklim kondusif untuk inovasi. (owi/c5/kim/rie)


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *