’’Semasa hidupnya, korban sering bertingkah aneh dan saya sudah dua minggu ini tak melihat korban. Setahu saya, dia tinggal sendirian dan jarang sekali orang berkunjung ke rumahnya. Saya tahu dia sejak dua tahun lalu,’’ jelas Rosmina.
Kepala Satuan Reserse Kriminal Polresta Barelang Komisaris Yoga Buanadipta Ilaf mengatakan, usai olah TKP mayat Ahok langsung di bawa ke ruang jenazah RS- BP Batam untuk dilakukan autopsi. Autopsi dilakukan untuk mengetahui penyebab pasti tewasnya Ahok. Sebab disekujur tubuh korban tidak ada ditemukan tanda-tanda kekerasan, namun ada luka pada bagian bibirnya. ’’Luka ditemukan pada bagian bibir kiri, tetapi bukan itu yang menyebabkan kematian korban. Kita juga melihat bekas darah seperti diseret,’’ papar Yoga, saat olah TKP.
Menurut dia, leher Ahok juga terlilit kabel. Tapi lilitan itu tak meninggalkan bekas jeratan. Dan diduga kuat darah yang berserakan di dalam kamar mandi hingga kamar berasal dari luka bibir korban yang menetes. ’’Kesimpulan tim medis, korban meninggal akibat penyakitnya yang sudah lama,” katanya.
Baca Juga:Presiden Siapkan Langkah NyataRachmat Pesan Jangan Tinggalkan Salat
Kesimpulan itu didapat dari obat-obatan yang ditemukan didalam kamarnya. Dan diduga korban memiliki penyakit TBC dan untuk mengetahui apakah ada penyakit lain yang diderita korban. Dokter Polda juga akan berkoordinasi dengan Dokter yang menangani korban semasa hidupnya. ’’Kita akan berkoordinasi dengan dokter yang memberikan obat kepada korban, untuk mengetahui riwayat penyakit korban. Saat ini jasad korban, sudah diambil keluarga,’’ pungkas Yoga. (she/vil)
