oleh

Jadikan ITC Kebon Kelapa Sumber Batu Akik

SUMUR BANDUNG – Tren batu akik yang saat ini tengah populer menjamur hingga ke pedagang kaki lima (PKL). Beberapa di antaranya mengambil lahan trotoar sebagai tempat berjualan. Oleh karena itu, Perusahaan Daerah (PD) Pasar Bermartabat akan mempusatkan Batu Akik di ITC Kebon Kalapa.

’’Di situ (ITC) sudah ada yang jual para pedagang batu akik. Dari awal mereka dengan sendiri jualan di sana. Jadi kemungkinan ITC sebagai tematik batu akik,’’ ujar Dirut PD Pasar Bermartabat Rinal Siswadi saat ditemui di Kantor PD Pasar, Jalan Jurang, Kota Bandung, belum lama ini.

Rinal mengatakan, secara bertahap, para pedagang batu akik di jalanan akan dipindahkan ke ITC Kebon Kalapa. Supaya para pedagang batu akik bisa terpusat di satu tempat. Tidak mengambil tempat di trotoar seperti di Jalan Pungkur, Dalem Kaum, Astanaanyar dan Soekarno Hatta. ’’Kami sudah minta UPT (Unit Pelaksana Teknis) Kebon Kalapa PD Pasar supaya koordinasi dengan pedagang,’’ jelas dia.

Rinal mengatakan, para pedagang sebagian memang sudah ada yang berjualan di ITC Kebon Kalapa. Menurutnya, ada 130 perajin dan juga pedagang di sana. Pihaknya sudah menyiapkan dua lantai untuk para pengrajin dan pedagang batu akik. Lantai 1 dan lantai 2 tersebut, diyakini cukup untuk menampung para perajin dan pedagang batu akik. Menurutnya, dua lantai cukup untuk 200 pedagang. ’’Nanti kita siapkan. Lantai satu untuk penggosok karena suaranya yang bising. Kalau lantai dua khusus untuk konter yang berjualan,’’ ujarnya.

Namun, untuk harga sewa kios bagi pedagang atau pengrajin di ITC Kebon Kalapa, pihaknya memang belum menentukan biayanya. ’’Tapi intinya kita fasilitasi semua dulu saja. Mereka tinggal masuk saja, nanti bisa diobrolkan untuk biaya kios,’’ jelas dia.

Dia mengatakan, untuk menjadikan pusat batu akik di ITC Kebon Kalapa, PD Pasar tidak menggunakan anggaran. Sebab, kata dia, pihaknya hanya memindahkan pada pedagang di pinggir jalan agar lebih tertata. Apabila para pedagang sudah menempati ITC, pihaknya berencana akan melakukan launching Pusat Batu Akik. ’’Kita harapkan semua yang tersebar bisa tergabung,’’ katanya.

Namun, sejumlah pedagang mengaku enggan pindah ke ITC. Seperti yang dituturkan Ramadan, 40, salah seorang pedagang batu akik di Jalan Pungkur. Sebab, apabila dipindahkan ia khawatir barang dagangan batu akiknya tak laku. ’’Kalau di sana kan harus menyesuaikan harga. Di sana bisa tinggi harga batu. Sedangkan, kalau kita di sini itu harganya murah-murah,’’ ujarnya saat ditemui di Jalan Pungkur kemarin (13/2).

Selain itu, dia mengaku tak sanggup apabila harus membayar sewa kios di ITC. Sedangkan jika di sisi jalan, dia tak harus menyewa kios. ’’Kalau di sini kan memang mau ditata juga sama karang tarunanya. Kita dikasih seragam di sini,’’ kata pria yang sudah menggeluti usaha batu akik selama tiga bulan ini. amadan yang sudah berjualan batu akik di Jalan Pungkur selama tiga bulan. (fie/tam)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.