oleh

Mobnas Minim Sentimen

Saham Astra Tidak Ikut Terpengaruh

JAKARTA – Terjalinnya Memorandum of Understanding (MoU) antara Proton Holdings Bhd dengan PT Adiperkasa Citra Lestari (ACL), yang disebut-sebut mengarah kepada perwujudan mobil nasional (mobnas) mengundang reaksi beragam. Namun, pelaku pasar saham tidak merespons secara berlebihan dan meyakini kompetisi di industri otomotif Indonesia akan tetap positif seperti saat ini.

Kepala Riset PT Woori Korindo Securities Indonesia Reza Priyambada mengatakan, jika memang arah kerjasama yang baru saja disepakati dalam tahap awal itu untuk tujuan mobnas, perlu penjelasan lebih rinci. Termasuk alasan penunjukkan produsen otomotif asal Malaysia itu. Sebab, di sisi lain mayoritas produsen otomotif global dengan merek unggulan sudah melakukan investasi di Indonesia.

Sejauh ini, kata dia, pelaku pasar saham tidak merespons terlalu negatif terhadap kerjasama tersebut. Tercermin dari pergerakan saham dua emiten dari industri otomotif Indonesia yaitu PT Astra International Tbk (ASII) dan PT Indomobil Sukses International Tbk (IMAS).

Baca Juga:  BRI Group Jalin Kerja Sama dengan Start Up Broom untuk Majukan Industri Otomotif Nasional

Saham ASII pada perdagangan kemarin memang ditutup turun 25 poin (0,33 persen) menjadi Rp 7.575 per saham setelah ditransaksikan di rentang harga 7.550 – 7.700. Sementara saham IMAS stagnan di level Rp 4.000 per saham, karena tidak ditransaksikan sama sekali kemarin.

Reza menilai koreksi yang terjadi terhadap harga saham ASII kemarin lebih, karena proyeksi laporan keuangan akhir tahun 2014 yang segera dirilis. Kinerja keuangan ASII tahun lalu diprediksi tidak akan terlalu mengkilau, dan bahkan sebagian memerkirakan terjadi penurunan kinerja dibandingkan 2013. ’’Laporan keuangannya kan konsolidasi di grup Astra, bukan hanya dari sektor otomotif,’’ ucapnya kepada Jawa Pos (Grup Bandung Ekspres) Senin (9/11).

Seandainya memang terjadi kerjasama Proton dengan ACL untuk proyek merek mobil nasional, Reza memerkirakan, dampaknya tidak akan signifikan kepada grup Astra dan Indomobil. Astra yang menaungi Toyota, Daihatsu, Isuzu, dan lainnya serta Indomobil yang mengandalkan Suzuki, Nissan, Datsun, dan beberapa lainnya itu menurutnya sudah memiliki basis konsumen cukup loyal.

Baca Juga:  BRI Group Jalin Kerja Sama dengan Start Up Broom untuk Majukan Industri Otomotif Nasional

Sehingga, Reza meyakini dampak terhadap saham ASII dan IMAS juga tidak akan besar. ’’Dampak rencana mobnas tidak besar kok,’’ ujarnya yakin.

Sementara itu, fasilitas produksi milik Toyota dan Daihatsu di Sunter, Jakarta, kemarin berhenti produksi akibat banjir yang melanda sebagian wilayah ibu kota. Akibat banjir, kendaraan penyuplai berbagai komponen yang dibutuhkan untuk produksi tidak bisa menjangkau lokasi.

Di Sunter, Toyota memproduksi beberapa komponen utama seperti mesin, bagian badan (bodi), dan lainnya dan hasilnya kemudian dikirim ke pabrik besar di Karawang, Jawa Barat. Sementara pabrik Daihatsu di Sunter rata-rata memeroduksi 600 mobil per hari. (gen/far)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.