Wabup: Kemiskinan di Sumedang Mencapai 10,26 Persen

SUMEDANG – Wakil Bupati Su­medang Erwan Setiawan menyebutkan, angka kemisk­inan di Kabupaten Sumedang saat ini sekitar 10, 26 persen. Berbeda dari tahun 2019 yang mencapai 9,05 persen dan Tahun 2018 sebesar 9,76 per­sen.

Dikatakan, hampir semua daerah terimbas Covid-19. Sehingga, target-target pen­urunan angka kemiskinan pun banyak yang tidak bisa tercapai, termasuk di Kabu­paten Sumedang. Pasalnya, alokasi anggaran untuk in­frastuktur, kesejahteraan dan Rutilahu terkena refocu­sing.

”Bukan hanya di Sumedang saja bahkan di Jawa Barat, lebih luasnya lagi dunia. Semua daerah di Tahun 2020 tidak bisa mencapai target mengu­rangi kemiskinan disebabkan pandemi Covid 19,” katanya kepada wartawan, Senin (28/12).

Selain akibat refocusing, salah satu penyebab lainnya, sejumlah perusahaan yang mengalami gulung tikar dan mem-PHK karyawannya se­hingga banyak penganggu­ran.

”Dengan banyaknya peng­angguran, jadi banyak kemisk­inan baru,” ucapnya.

Kendati demikian, Wabup bersyukur, lantaran kemiskinan di Sumedang tidak seperti di daerah-daerah lainnya yang mengandalkan dari sektor pariwisata dan industri be­sar.

”Sumedang masih banyak mengandalkan sektor perta­nian,” katanya.

Dia berharap, seluruh sta­keholders, Kepala SKPD dan Camat, senantiasa mendata penduduk miskin yang baru maupun yang lama perbulan atau per triwulan dari tingkat RT/RW, desa dan kelura­han.

”Nanti pihak kecamatan mengumpulkan data berapa angka kemiskinannya supaya kita bisa fokus menanganinya,” ujarnya.

Erwan meminta pihak ter­kait untuk segera membuat empat kategori yaitu masy­arakat mampu, prasejah­tera, miskin dan sangat miskin.

”Saya berharap mulai Tahun 2021 ke depan tidak ada lagi masyarakat sangat miskin di Kabupaten Sumedang. Bah­kan masyarakat miskin pun harus berkurang. Kita tidak bisa bekerja sendirian, harus keroyokan. Semua SKPD tu­run untuk membantu penang­gulangan kemiskinan ini,” paparnya. (nur)

Berita Terkait

Tinggalkan Balasan