oleh

Sidang Skandal PDAM Jilid II: Lewat Telpon, Dewas Bisa ‘Kasbon’ Uang

KARAWANG– Sidang keempat skandal PDAM Jilid II (penyalahunaan uang pembayaran air baku dan sewa lahan ke PJT II) digelar rabu kemarin, (25/11/2020) di Pengadilan Tipikor Bandung. Dalam agenda masih permintaan keterangan saksi ini muncul dalam fakta persidangan ‘gali lubang tutup lubang’ utang PDAM Karawang sejak 2004, khususnya utang bahan baku air PDAM ke PJT II.

Sidang terbuka yang menghadirkan dua saksi, yaitu Indra Sutanto sebagai mantan Ketua Dewan Pengawas PDAM dan Iis Rosmalia sebagai Kasubag Verifikasi PDAM mengungkap, utang PDAM bukan hanya terjadi sejak 2016 yang nominal utangnya mencapai Rp 1 miliar lebih, atau sejak 2018 yang nominal utangnya ke PJT II mencapai 4,4 miliar.

Sidang ini mengungkap amburadulnya pengelolaan keuangan PDAM Karawang sampai akhirnya terjadi temuan kerugian negara mencapai Rp 2,7 miliar. Yaitu di mana uang PDAM yang sudah dikeluarkan di bagian kas, tetapi tidak masuk ke rekening PJT II untuk pembayaran utang bahan baku air.

Bupati Karawang, Cellica Nurrachadiana sebagai owner PDAM Karawang juga disebut dalam sidang mendapatkan surat dari Dirut baru PDAM M. Soleh, yang pernah ‘meminta arahan’ melalui surat resmi tentang temuan Kantor Akuntan Publik (KAP) mengenai adanya selisih pembayaran utang PDAM ke PJT II, serta beberapa data voucher (tagihan) yang tidak bisa dipertanggungjawabkan. Yaitu dimana nominalnya mencapai Rp 3,9 miliar.Berdasarkan pantauan di ruang sidang, saat Ketua Majelis Hakim Tipikor Bandung, Darianto memberikan kesempatan kepada para pengacara terdakwa untuk bertanya kepada para saksi, Kuasa Hukum Terdakwa Novi Farida, yaitu Asep Agustian langsung angkat bicara dengan bertanya kepada saksi Indra Sutanto.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.