oleh

Sebanyak 62.848 Pekerja Dijabar Terkena PHK dan Dirumahkan

BANDUNG – Sekretaris Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Provinsi Jawa Barat Agus E Hanafiah mengatakan bahwa dampak Covid-19 sangat berpengaruh sekali terhadap daerah industri para pekerja.

Dikatakan Agus, ada sebanyak 62.848 pekerja di wilayah Jawa Barat yang dirumahkan dan terkena pemutusan hubungan kerja (PHK). Sebab, perusahaan tempat mereka bekerja terdampak wabah Covid-19.

“Dampak Covid-19 ini memang sangat berpengaruh sekali bagi dunia industri, terutama para pekerja. Jumlah pekerja yang dirumahkan dan di-PHK sampai saat ini ada 62.848 pekerja,” kata Agus E Hanafiah di Gedung Sate, Kota Bandung, Kamis, (30/4).

Agus menyampaikan bahwa hingga saat ini jumlah perusahaan yang terdampak wabah Covid-19 di Provinsi Jawa Barat sebanyak 1.605 dan dari jumlah tersebut perusahaan yang langsung melakukan PHK dan merumahkan karyawannya sebanyak 1.041 perusahaan.

“Rinciannya sebanyak 666 perusahaan merumahkan 50.187 pekerja dan 375 perusahaan mem-PHK 12.661 pekerja. Sehingga jumlah pekerja yang dirumahkan dan di-PHK sampai saat ini mencapai 62.848 pekerja,” ucapnya.

“Dan memang yang masuk ke Disnakertrans Jabar yang sudah melengkapi nama dan alamat (by name by address) itu sebanyak 49.503 pekerja,” tambahnya.

Kendati demikian, iapun menyarankan kepada pekerja yang dirumahkan atau di-PHK agar mengikuti Program Kartu Prakerja yang disiapkan pemerintah.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.