oleh

Pemberian Insentif Nakes Telat Karena Tunggu BOK dari Pemerintah Pusat

BANDUNG – Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Provinsi Jabar, Berli Hamdani menuturkan, keterlambatan pemberian insentif untuk tenaga kesehatan (Nakes) lebih kepada proses pendataan dan verifikasi.

Dia mengaku, insentif untuk nakes yang kewenangannya ada di Pempro Jabar berjumlah 41.000 lebih nakes. Itupun belum termasuk penambahan dukungan fasilitas untuk rumah sakit yang ada di daerah.

Berli menyebutkan, berdasarkan Keputusan Menteri Keuangan Nomor 15/KM.7/2020, Pemprov Jabar mendapatkan tambahan alokasi Dana Cadangan Bantuan Operasional Kesehatan (BOK) untuk Insentif Nakes Daerah sebesar Rp 10,245M.

’’ Tapi itu baru diterima oleh Rekening Umum Kas Daerah sebesar Rp 6,147 miliar,’’kata dia kepada Jabar Eskpres, Kamis, (27/8).

Dari anggaran itu, lanjut dia, baru terealisasi untuk insentif nakes Maret-Mei sebesar Rp 5,03 miliar atau sudah 82 persen.  Insentif nakes diberikan untuk lima kategori nakes di 6 RSUD UPTD Dinkes.

Selain itu ada juga tambahan anggaran dari BTT III sebesar Rp 924 juta untuk nakes di luar 5 kategori tersebut dan non nakes.

Kendati demikian, dirinya mengaku saat ini sedang mengajukan lagi sisa tambahan BOK Rp 4,098 miliar itu. Untuk insentif selanjutnya. Diprediksi bisa untuk Juni dan Juli.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.