oleh

Nagreg Gerbang Jagung Jawa Barat

Hal yang sama dikatakan Kepala Dinas Pertanian (Kadistan) Kabupaten Bandung A.Tisna Umaran, menurutnya, dengan adanya gudang-gudang jagung. Permintaan komoditas jagung sebanyak 200 hingga 500 ton per hari akan terpenuhi.

”Kalau hanya koperasi tanpa gudang, hanya bisa suplai sekitar 200 ton saja, karena keterbatasan penyimpanan. Alhamdulillah salah satu tokoh tani, Pak Endang Kumis, menyumbangkan lahan sekitar 5 hektar. Jadi lahan yang sedang digarap oleh beliau, itu dihibahkan untuk dibangun gudang-gudang jagung,” tuturnya.

Tisna menjelaskan, tahun ini, Presiden RI Joko Widodo sudah mengamanatkan kepada Kementerian Pertanian untuk membangun korporasi petani. Korporasi petani, adalah bisnis yang mengangkat petani dari posisinya sebagai produsen. ”Petani sebagai produsen, selama ini posisinya seolah terpisah dari bisnis. Namun dengan korporasi, produsen dan bisnis menjadi satu kesatuan,” tegasnya.

Menjalankan agrobisnis, kata Tisna, harus dilakukan secara bersama-sama dan saling mengisi satu sama lain. ”Harga jual dasar yang ditetapkan pemerintah itu Rp. 3.150, yang diterima petani jagung sekitar Rp. 3.600 – Rp. 3.700. Walaupun nanti koperasi ini mengambil dari bandar, tapi sudah ditentukan, bandar mengambil tidak lebih dari Rp.100. Sehingga petani mendapat porsi keuntungan yang lebih besar,” akunya.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.