oleh

Mengganggu Kesuburan Tanah, DLH Kaji Raperwal Sampah Plastik

CIMAHI – Plastik menjadi penyumbang kedua terbesar timbulan sampah di Kota Cimahi. Per harinya tercatat ada 15,6 persen atau sekitar 40 ton sampah plastik. Diposisi pertama ada sampah organik sebesar 50,06 persen.  Sisanya kertas 8,6 persen, plastik 15,6 persen, logam 3,1 persen, kain 5,3 persen, gelas kaca 3,0 persen, B3RT 1,4 persen dan sampah lainnya 12,5 persen.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kota Cimahi, Mochammad Ronny mengatakan, sumbangan plastik terhadap timbulan sampah yang dihasilkan warga Kota Cimahi cukup banyak. Jika tidak dikendalikan, maka akan menjadi ancaman bagi kesuburan tanah.

”Kalau per tahunnya itu sekitar 14 ribu ton. Cukup banyak luar biasa. Kalau tidak diolah akan merusak struktur tanah. Bisa menganggu kesuburan tanah,” kata Ronny saat ditemui, Senin (7/8).

Dikatakan Ronny, berbagai upaya sudah dilakukan pihaknya untuk mengurangi sampah plastik. Seperti mengkampanyekan penggunaan tumbler di lingkungan sekolah dan perkantoran. Harapannya pola tersebut ke depannya bisa dilakukan juga di semua lingkungan.

Kemudian, pihaknya juga akan terus menggalakan program pemilahan sampah sejak dari rumah. Sebab, sampah plastik ini jika dimanfaatkan bisa memiliki nilai guna dan ekonomi. ”Memang seharusnya dibatasi. Kan bisa didaur ulang juga. Karena kalau banyak yang terbuang justru bahaya buat kesuburan tanah,” jelasnya.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.