oleh

KRB Cimahi Gagal Lelang, Anggaran Kena Pangkas Penanganan Covid-19

CIMAHI – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Cimahi mengungkapkan, Kajian Risiko Bencana (KRB) Kota Cimahi dipastikan tidak akan terealisasi tahun ini.

Hal itu disebabkan anggarannya terdampak refocusing dan realokasi untuk penanganan Corona Virus Disease (Covid-19).

Kepala Seksi Pencegahan dan Kesiapsiagaan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Cimahi, Rezza Rivalsyah mengatakan, awalnya proyek tersebut sudah masuk tahap lelang dengan nilai pagu mencapai Rp. 845.240.00. Namun gagal dalam tahap pembuktian kualifikasi.

“Suratnya sudah diterima yang menyatakan gagal dipembuktian kualifikasi,” terang Rezza saat ditemui, Selasa (26/5).

Sebetulnya, ungkap dia, Bagian Pengadaan Barang dan Jasa Setda Kota Cimahi menanyakan perihal seleksi ulang. Namun tetap tidak bisa dilaksanakan mengingat anggaran kajian konsultasi KRB terserap untuk penanganan Covid-19.

“Sehingga kami tidak melakukan seleksi ulang. Tahun ini tidak dilaksanakan tahun ini,” kata Rezza.

Namun, pihaknya tetap mempriotitaskan KRB tetap diadakan meskipun tidak tahun ini. “Penting untuk Cimahi walau kita enggak tau berapa tahun lagi, tapi tetap jadi priotitas,” tegasnya.

Dikatakan Rezza, kajian risiko bencana sudah diatur dalam Peraturan Menteri Dalam Negeri (Permendagri) RI Nomor 101 Tahun 2018 tentang Standar Teknis Pelayanan Dasar pada Standar Pelayanan Minimal Sub-Urusan Bencana Daerah Kabupaten/Kota.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.