Disparbud Kabupaten Bandung Bentuk Tim Awasi Objek Wisata

SOREANG – Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Kabupaten Bandung membentuk lima tim untuk di tempatkan diberbagai lokasi wisata. Hal tersebut guna melakukan antisipasi penyebaran Covid-19 di masa libur tahun baru.

Kepala Bidang Pengembangan Destinasi Pariwisata Disparbud Kabupaten Bandung, Yoharman Syamsu mengatakan, untuk antisipasi penyebaran Covid-19, sebelum libur Natal dan Tahun Baru, Disparbud telah membuat tim terpadu yang akan diturunkan ke setiap lokasi wisata yang ada di Kabupaten Bandung.

Menurutnya, seluruh struktur yang ada di dinas pariwisata turun, mereka terbagi ke beberapa lokasi wisata, di antaranya wisata yang ada di Pangalengan dimulai dari Banjaran, Cimaung, hingga Kertasari, Ciwidey dan Rancabali, Cicalengka, Rancaekek, Cileunyi, serta Bandung Utara.

“Ada lima tim yang diturunkan seluruh staf, dan kita selalu koordinasikan dengan kelompok penggerak pariwisata yang ada, dalam rangka berkolaborasi antara dinas pemerintah daerah dengan masyarakat,” ungkap Yoharman saat memberikan keterangannya di Soreang, Rabu (30/12).

Dia mengatakan, sebelum libur Natal dan Tahun Baru, pihaknya telah melakukan sosialisasi, supaya pengelolaan wisata tetap mengingatkan para pengunjung untuk selalu menerapkan protokol kesehatan.

“Para wisatawan pun harus memperlihatkan hasil test antigen, atau minimal mereka harus memperlihatkan hasil negatif Covid-19,” katanyaya.

Protokol kesehatan di kawasan wisata, lanjut dia, sudah diaudit dari sebelumnya, bahkan ada beberapa destinasi wisata sudah mengikuti CHSE dan sudah keluar sertifikatnya. Artinya, secara protokol kesehatan, di lokasi wisata sudah standar nasional dan layak.

Terkait tempat wisata yang tak menerapkan protokol kesehatan, dia mengaku sejak jauh-jauh hari sudah dilakukan peringatan, dan apabila ada yang melanggar pihaknya akan melakukan penutupan lokasi wisata tersebut.

“Kita tidak akan tebang pilih, apabila ada tempat wisata yang tidak menerapkan protokol kesehatan maka akan dilakukan penutupan. Nah kita sebelumnya melakukan persuasif terus menerus, agar jangan sampai ada kasus pengelola wisata melakukan pelanggaran,” tandasnya. (yul/bam)

Berita Terkait

Tinggalkan Balasan