Disnaker Kota Bandung Catat 275 Ribu Pekerja Penerima Bantuan Rp 600 Ribu

BANDUNG-Pihak Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Kota Bandung mencatat, ada 275.305 pekerja yang gajinya di bawah Rp 5.000.000 per bulan. Mereka dipastikan menerima bantuan pemerintah pusat sebesar Rp 600 ribu per bulan, setelah dilakukan pendataan pihak Disnaker Kota Bandung.

“Jumlah yang sudah terdata rekeningnya di BPJS Ketenagakerjaan ada 275.305 orang dan ini masih akan bertambah,” ungkap Kepala Disnaker Kota Bandung, Arief Syaifuddin, saat dihubungi Jabar Ekspres melalui telepon selulernya, Senin (7/9).

Dijelaskan, semenjak adaptasi kebiasaan baru para pekerja yang dirumahkan sudah mulai bekerja kembali. Namun kata dia, para pekerja itu masih bisa mendapatkan bantuan asalkan masih menjadi peserta BPJS Ketenagakerjaan aktif.

Arief menegaskan, bagi para pekerja yang tidak memiliki BPJS Ketenagakerjaan dipastikan tidak bisa mendapatkan bantuan pemerintah pusat itu.

“Karena yang menyampaikannya itu via perusahaan ke PT Jamsostek, pokoknya mau dirumahkan atau tidak yang terpenting dia anggota BPJS ketenagakerjaan dan aktif,” ungkapnya.

Disebutkan, bantuan yang diberikan pemerintah sebesar Rp 600 ribu per bulan. Akan tetapi kata dia, disalurkan selama 4 bulan. Dia menambahkan, jumlah peserta yang sudah terdaftar di BPJS Ketenagakerjaan akan terus bertambah karena pendaftaran ditutup tanggal 15 September 2020. Untuk lamanya pemberian bantuan itu tergantung pemerintah pusat.

“Program itu programnya Pemerintah Pusat yang di tindak lanjuti oleh BP Jamsostek, saat ini program BSU (Bantuan Subsidi Upah) seperti itu, untuk selanjutnya menunggu arahan program selanjutnya dari Pemerintah Pusat”. Ungkap Arief.

Selama pandemi Covid-19 ini, banyak tenaga kerja yang di PHK atau yang di rumahkan. Semenjak adanya adaptasi kebiasaan baru data jumlah tenaga kerja yang di PHK atau yang di rumahkan masih memegang data dahulu sebanyak 9.200 orang yang terbagi atas dua kategori.

Jumlah tenaga kerja yang PHK sebanyak 3.396 orang dan jumlah tenaga kerja yang dirumahkan sementara sebanyak 5.804 orang.

“Sampai saat ini kami masih memegang data yang dulu. Saat ini perekonomian sudah menggeliat kembali meskipun belum signifikan mungkin baru 20-30% saja, memang kami belum mendata jumlahnya seperti apa, memang kami belum mendata kembali,” pungkasnya. (mg8/tur)

Berita Terkait

Tinggalkan Balasan