oleh

Bappelitbangda KBB Atur Strategi di Tengah Pandemi

Kebijakan refocusing untuk realokasi anggaran dan menunda belanja daerah yang tidak bisa dilaksanakan dalam kondisi pandemi Covid-19. “Kebijakan refocusing itu program, bukan anggarannya. Anggaran yang tidak penting harus dikeluarkan dan di simpan di belanja tak terduga (BTT) sehingga terdapat anggaran sebesar Rp 224 miliar untuk pencegahan dan penanganan pandemi Covid-19,” katanya.

Lebih jauh Asep menjelaskan, pemerintah pusat  juga membatalkan semua Dana Alokasi Khusus (DAK) di semua SKPD, terkecuali DAK di Dinas Kesehatan sebesar Rp 84 miliar yang difokuskan untuk penangan Covid-19 seperti untuk pengadaan alat rapid test, pembuatan ruang isolasi dan peralatan pendukung di setiap rumah sakit rujukan.

“Pergeseran ini dari sisi aturan memang diperbolehkan. Selama ini kami telah melakukan perubahan parsial mulai dari 1 sampai 7 di APBD murni. Perubahan itu sudah kami laporkan di APBD perubahan 2020 ke badan anggaran DPRD. Dan sudah clear tidak ada permasalahan,” ungkapnya.

Sementara untuk menutupi pendapatan daerah yang dipastikan turun, kata Asep, Pemkab menurunkan target PAD tahun 2020 dari Rp 614 miliar menjadi Rp 418 miliar atau berkurang sebesar Rp 195 miliar.

Sebab, pendapat bagi hasil dari Pemprov Jabar seperti dari pajak kendaraan bermotor (PKB), pajak air tanah dan lainya dihentikan sementara untuk penanganan Covid-19.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.