oleh

Angka Positif Covid-19 di Kota Bandung Melonjak Tajam, Penerapan Relaksasi Tempat Hiburan jadi Bumerang?

 

BANDUNG – Pelaksanaan Adaptasi Kebiasaan Baru (AKB) di Kota Bandung dengan penerapan Protokol Kesehatan (Prokes) ternyata hanya isapan jempol belaka.

Hal ini terbukti dengan kondisi warga Kota Bandung yang semakin abai dan cuek dalam penerapan prokes.

Berdasarkan penelusuran Jabar Ekspres, para pedagang di pasar tradisional sudah tidak peduli lagi dengan prokes. Bahkan, aktivitas masyarakat Kota Bandung seperti sudah lupa bahwa saat ini amsih dalam masa Pandemi.

Kondisi ini, berbanding lurus dengan peningkatan angka positif di Kota Banding yang masih tinggi. Bahkan, ketersediaan ruang isolasi di rumah sakit rujukan hampir terisi penuh.

Menanggapi masalah ini Wakil Wali Kota Bandung Yana Mulyana mengakui bahwa Kota Bandung kembali masuk ke dalam zona merah dengan indeks 1.63.

’’batasnya zona merah di 1.80,” ujar Yana di Kantor Kejaksaan Negeri Kota Bandung, Selasa (1/12).

Meski begitu, Yana menyakinkan bahwa angka reproduksi virus di Kota Bandung masih di bawah satu. Bahkan, indeks parameter masih di bawah 1 atau tepatnya 0,80.

Disinggung upaya penerapan kembali Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB), Yana mengatakan, kebijakan tersebut harus dibahas terlebih dahulu bersama Firum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda).

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.