oleh

Anggota DPRD Kritisi Kinerja Bawaslu Sukabumi

SUKABUMI  – Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kabupaten Sukabumi mendapat kritikan dari Andri Hidayana salah seorang anggota DPRD Kabupaten Sukabumi dari Komisi 1. Andri mempersoalkan anggaran Rp 30 miliar pada lembaga tersebut namun pada aksinya dianggap kurang greget.

Melalui beranda media sosial Facebook bernama ‘Arjuna Petiga’ miliknya, Andri menulis kalimat “Halo Bawaslu apa kabar Anggaran 30 milyar lebih untuk mengawasi Pilkada Ko diem diem bae…,” tulis Andri dilansir dari news.detik.com.

Sontak narasi tersebut ramai dikomentari warganet. Saat dihubungi, Andri mengatakan postingannya itu sama sekali tidak ditujukan kepada pasangan calon manapun. Namun ia melihat adanya indikasi praktik jual beli dan serangan sembako yang masif pada pelaksanaan Pilkada Kabupaten Sukabumi.

“Kalau kita cermati dan diamati hari ini, dengan maraknya kita tidak melihat nomor satu dan nomor dua ataupun tiga terkait dengan praktek jual beli dan serangan sembako yang disebut dengan money politik bisa disebut seperti itu dilihat masih masif. Di dunia maya seperti itu, di dunia nyata lebih masif lagi karena itu faktanya,” kata Andri, Jumat (4/12).

Melihat kondisi tersebut ia belum pernah melihat Bawaslu melakukan patroli dan kontrol langsung terkait fakta-fakta yang ia sebut. Padahal menurutnya Bawaslu memiliki kepanjangan tangan di setiap desa dan kecamatan.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.