10 Tahun Perjalanan Kabupaten Bandung

Tingkatkan Ibadah, Jangan Pasrah, Korona Pasti Musnah

Dalam kondisi saat ini, di tengah wabah penyakit akibat virus corona (covid-19) dan menjelang bulan suci ramadan, bupati beserta jajaran Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bandung secara Sabilulungan terus berupaya memulihkan kondisi agar semakin membaik.

BERI BANTUAN:
Penyaluran bantuan bahan makanan pokok oleh jajaran Baznas Kabupaten Bandung.

Berbagai upaya yang tercurah melalui Satuan Gugus Tugas Penanganan Covid-19 yang dipimpinnya, semata-mata dilakukan untuk menyelamatkan masyarakat dan tanah kelahirannya. Namun layaknya seorang insan, segala keterbatasan akan selalu dimiliki, karena kesempurnaan hanyalah milik Allah Subhanahu wa Ta’ala.

Mengiringi setiap langkah dan kebijakan yang diambilnya dalam menangani covid-19, tidak lupa selalu ia sempatkan berdo’a dan berserah diri kepada Sang Maha Kuasa. Sesuai dengan visi Kabupaten Bandung yang religius.

Dalam suatu kesempatan, dipimpin K.H. Ahmad Busiri Muslim pimpinan Pondok Pesantren Al-Burdah Kutawaringin, pihaknya menggelar acara do’a bersama dengan seluruh wilayah kecamatan yang dilakukan melalui teleconference.

”Jelang bulan suci ramadhan 1441 H, kami bersilaturahmi sekaligus melakukan do’a bersama dengan sejumlah santri dan anak yatim, agar wabah virus corona ini cepat berakhir,” Kata Dadang Naser seusai acara yang digelar di Rumah Jabatannya di Soreang, Jumat (27/3) lalu.

Dadang mengatakan, kegiatan tersebut merupakan bentuk tafakur (renungan) masyarakat Kabupaten Bandung di tengah penyebaran Covid-19. ”Tentunya ini merupakan salah satu upaya spiritual, di samping ikhtiar yang terus kami lakukan untuk menekan penyebaran virus, seperti penyemprotan disinfektan di area publik serta imbauan pembatasan fisik kepada masyarakat,” terang Dadang Naser.

Menghadapi bulan Ramadan, pihaknya masih mengkaji strategi kegiatan yang tepat, terutama di tengah pemberlakuan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) Parsial mulai Rabu (22/4/2020) mendatang. ”Bersama MUI (Majelis Ulama Indonesia) Kabupaten Bandung, kami akan mencari strategi yang tepat. Kami akan memetakan terlebih dahulu kegiatan-kegiatan selama Ramadhan sampai menjelang Idul Fitri, seperti shalat tarawih dan kegiatan keagamaan lainnya,” urainya.

Kang DN, panggilan akrab orang nomor satu di Kabupaten Bandung itu, lebih lanjut mengatakan, dengan terhenti atau berkurangnya aktivitas masyarakat di luar rumah, membuat beberapa kalangan terkena dampak.

Berita Terkait

Tinggalkan Balasan