oleh

Sumur Warga Diduga Tercemar Limbah Pabrik 

Dirinya menegaskan, jika hasil uji laboratorium positif sumur warga tercemar oleh limbah industri, maka pihaknya akan memberikan sanksi kepada perusahaan. Mulai dari sanksi administrasi atau paksaan pemerintah, pembekuan izin hingga pencabutan izin usaha.

“Kami masih menunggu hasil uji laboratorium, untuk membuktikan apakah sumur warga di Kampung Sudimampir tercemar limbah atau tidak. Nanti kalau sudah ada hasilnya kami baru bisa mengambil keputusan,” ungkapnya.

Sebelumnya, pemantauan kualitas air dan udara dilakukan oleh DLH Kabupaten Bandung Barat. Hal tersebut sebagai upaya untuk mengetahui kualitas lingkungan hidup secara keseluruhan.

Kabid Pengendalian Pencemaran dan Kerusakan Lingkungan Hidup pada DLH Kabupaten Bandung Barat, Aam Wiriawan mengungkapkan, sebenarnya ada tiga kriteria yang harus dipantau yaitu air, udara, dan tutupan lahan. Namun, untuk kajian tutupan lahan ditunda pada tahun ini karena keterbatasan anggaran.

“Pemantauan air kami lakukan di 35 anak Sungai Citarum yang melintasi Kabupaten Bandung Barat. Sedangkan, untuk pemantauan kualitas udara dilakukan di 4 lokasi, yakni kompleks perumahan, kawasan industri, terminal, dan kawasan perkantoran,” ujar Aam.

Menurut Aam, pemantauan kualitas air sudah dilakukan di 20 anak sungai dan pemantauan di 15 titik lainnya ditargetkan bisa selesai dalam 1-2 bulan ke depan. Sejumlah anak sungai yang dipantau tersebut, kata dia, mengalir di sejumlah kecamatan. Beberapa di antaranya mengalir di sekitar kawasan industri, seperti di Batujajar dan Padalarang. (drx)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.