oleh

Sekum FPI Jalani Pemeriksaan

”Hanya seputar itu saja, dan itu isi whatsapp dua hari setelah kejadian pada tanggal 30 September, terkait dengan Ninoy. Jadi, agak jauh sebenarnya subtansinya,” ungkap Aziz.

Aziz memaparkan, terkait isi whatsApp antara kliennya dan tersangka Supriadi itu berisi, bahwa dari pihak tersangka menanyakan kepada kliennya, apa yang hatus dilakukan jika ada pihak-pihak yang mengaku dari Polda bertanya. Sebagai penasehat hukum dan advokat, Munarman memberikan saran.

”Bukan cuma saran, tapi konsultasi hukum juga. Dan saat itu, pak Munarwan katakan, bahwa jika ada orang-orang yang ngaku-ngaku usir aja, seperti itu. Kemudian, point kedua terkait bahwa di dalam masjid itu ada CCTV. Nah itu tolong diamankan, kalau nanti ada hal-hal lain yang mungkin diperlukan itu aja,” terangnya.

”Jadi, saya katakan bukan untuk dihapus, justru untuk bisa memperoleh yang mau tahu faktanya untuk digunakan oleh pihak kepolisian. Dan itu ada kan lengkap di polisi sesuai CCTV, kita belum tahu. Dan satu lagi, menurut hemat kami untuk membongkar isi video itu ada prosedurnya gak bisa langsung sebagai barang bukti ya,” sambungnya.

Terakhir, Aziz menambahkan, berdasarkan upaya dari penyidik melakukan konfrontir keterangan dari kliennya dan tersangka Supriyadi. Dia memastikan, tidak ada perbedaan, karena fakta-fakta yang ditunjukan di Hp sama.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.