BNN Libatkan Klub Motor Kampanyekan Anti Narkoba

NGAMPRAH– Jelang peringatan Hari Sumpah Pemuda yang akan jatuh pada 28 Oktober 2019, Badan Narkotika Nasional (BNN) Kabupaten Bandung Barat (KBB) menggandeng sejumlah klub motor untuk mengampanyekan anti narkoba.

Kepala BNN KBB, Sam Norati Martiana mengatakan, klub motor yang dilibatkan bertujuan untuk mengkampanyekan antinarkoba. Tercatat, kata dia, ada sekitar 300 anggota dari 6 klub motor di wilayahnya.

“Mereka akan dilibatkan untuk menyuarakan semangat persatuan dan mendeklarasikan antinarkoba. Dengan menggandeng klub motor ini, untuk menunjukkan juga kepada masyarakat luas bahwa klub-klub motor di KBB mendukung pemberantasan narkoba,” tegas Sam di Ngamprah, Jumat (25/10).

Menurut Sam, dukungan dari para anggota klub motor ini perlu diapresiasi. Pasalnya, hal itu membuktikan anggota klub motor tidak selalu identik dengan perilaku negatif dan meresahkan masyarakat.

“Sebaliknya, mereka justru mendukung hal positif, dalam hal ini mengampanyekan antinarkoba. Apalagi, sebagian besar anggota klub motor merupakan generasi muda yang rentan terjerumus penyalahgunaan narkoba,” terangnya.

Dirinya menjelaskan, agenda kegiatan roadshow dari Kota Baru Parahyangan Padalarang menuju objek wisata Stone Garden di Kecamatan Cipatat. Di objek wisata tersebut, akan dideklarasikan antinarkoba yang ditutup dengan makan bersama di atas daun pisang, yang menunjukkan semangat kebersamaan sesuai dengan cita-cita Sumpah Pemuda.

“Kami harap kegiatan nanti berjalan lancar dan juga masyarakat semakin sadar dan waspada mengenai bahaya narkoba,” katanya.

Sam menuturkan, pencegahan dan pemberantasan narkoba membutuhkan dukungan dari setiap elemen masyarakat. Terkait dengan hal ini, pihaknya juga meminta agar semua kepala desa turut berperan aktif dalam melakukan pencegahan, penyalahgunaan dan peredaran narkoba. Apalagi, saat ini narkoba sudah merambah daerah-daerah pinggiran dengan target di antaranya para pelajar.

“Peran kepala desa sangat penting dalam menyukseskan program ini. Apalagi, BNN Provinsi Jawa Barat menjadikan Kabupaten Bandung Barat sebagai salah satu kabupaten percontohan program P4GN,” ungkapnya.

Kepala desa, tambah dia, juga bisa menggulirkan kebijakan dalam dukungan kegiatan P4GN melalui ADD, mengingat alokasi anggaran tersebut tidak semuanya dialokasikan untuk pekerjaan fisik.

“Dengan banyak pihak luar seperti aparat desa yang terlibat dalam mengkampanyekan antinarkoba, maka akan lebih cepat dan efektif agar peredaran narkoba ini bisa diberantas di seluruh wilayah di KBB,” tandasnya. (drx)

Berita Terkait

Tinggalkan Balasan