Model Pembelajaran Berbasis STEM dan Revolusi Industri 4.0

Kedua, penerapan model pembelajaran STEM meru­pakan sebuah langkah maju untuk membenahi sistem pendidikan kita. Selama ini, kita dihadapkan oleh berba­gai macam persoalan yang berkaitan dengan pendidikan, salah satunya adalah kualitas pembelajaran yang masih kurang baik. Dengan pende­katan STEM yang mendorong siswa untuk aktif dan berba­sis pada pemecahan masalah, maka persoalan tersebut ten­tunya bisa diminimalisir. Mengadopsi sebuah sistem yang telah berhasil diterapkan di negara lain dan terbukti efektif bukanlah sesuatu yang buruk. Banyak studi yang te­lah membuktikan efek positif pendekatan STEM terhadap pembelajaran. Sebagai contoh, penelitian Becker dan Park (2011) [3] membuktikan bahwa metode ini mampu melatih peserta didik baik secara kog­nitif, ketrampilan maupun afektif.

Jika dikaji lebih dalam, ten­tu akan banyak hal positif yang bisa didapat dari penerapan model pembelajaran berbasis STEM. Namun, hal ini juga memunculkan berbagai per­tanyaan. Seberapa siapkah kita untuk hal ini? Menging­at kita juga masih memiliki beragam pekerjaan rumah yang harus segera diselesaikan, seperti pemerataan kualitas pendidikan, sarana dan pra­sarana serta peningkatan dan pemerataan kompetensi guru.

REFERENSI:

  • https://jabarekspres.com/2018/bambang-revo­lusi-model-pembelajaran-dimulai/
  • https://jabarekspres.com/2018/bambang-revo­lusi-model-pembelajaran-dimulai/
  • https://nasional.sindonews.com/read/1226155/144/indonesia-perlu-mengembangkan-pendi­dikan-berbasis-stem-1501592293
  • Becker, K., & Park, K. (2011). Effects of integrative ap­proaches among science, technology, engineering, and mathematics (STEM) subjects on students’ lear­ning: A preliminary meta-analysis. Journal of STEM Education: Innovations & Research, 12.

*Penulis adalah Guru di Pribadi Bilingual Boarding School

Berita Terkait

Tinggalkan Balasan