Balon Bupati Bermunculan

bandungekspres.co.id, NGAMPRAH – Menghadapi Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) di Kabupaten Bandung Barat pada 2018 mendatang, sejumlah bakal calon Bupati mulai bermunculan.

Kali ini, kesiapan untuk maju menjadi orang nomor satu di Kabupaten Bandung Barat muncul dari Ketua Komisi III DPRD Kabupaten Bandung Barat Tatang Gunawan. Dirinya mengaku siap untuk mengabdikan dirinya bagi kepentingan masyarakat.

“Saya siap maju untuk mengabdikan bagi kepentingan masyarakat. Buat saya maju melalui partai siap, mau melalui jalur independen pun tidak jadi masalah,” tegas Tatang ketika ditemui di Padalarang,  kemarin (14/3).

Tagun sapaan akrabnya ini mengaku, pengalamannya terjun di bidang politik sejak 2007 hingga 2017 sudah cukup untuk menjadi modal untuk maju menjadi bakal calon Bupati di 2018. Bahkan popularitas di tengah masyarakat diyakininya sudah cukup untuk ikut bertarung meramaikan bursa calon Pilkada di KBB nanti.

“Saya sudah terjun menjadi ketua dewan, anggota dewan dan memiliki massa di setiap desa,” ujar Politisi Partai Gerindra ini.

Menurut Tagun, saat ini politik  cenderung lebih memilih figur ketimbang melihat partai. Sebut saja ketika pileg dirinya terpilih bukan lantaran partai tempatnya berpijak melainkan figur dirinya pribadi.

“Dulu saya kader Partai Golkar, kemudian terpilih lagi saat di Gerindra, ini menunjukan masyarakat lebih cenderung menilai sosok ketimbang parpol,” terangnya.

Selain itu, dari kalangan pengusaha bernama Eka Suwarna menyatakan siap maju menjadi bakal calon bupati di KBB.

Sosok pengusaha muda yang saat ini menjabat Ketua Asosiasi Petani Karet (Apkarindo) wilayah Jawa Barat mengklaim, sudah mengantongi dukungan empat partai politik untuk meluruskan niatnya merebut Kabupaten Bandung Barat satu.

Ia meyakini, memiliki kesempatan untuk menjadi yang terbaik dan bersaing sehat dengan bakal calon lainnya.

“Saya sudah mendapat dukungan dari empat partai. Saya optimis mampu bersaing dengan calon lainnya untuk menjadi Bupati selanjutnya,” katanya.

Eka mengaku, keinginan untuk memimpin Kabupaten Bandung Barat didasari oleh kondisi ketimpangan ekonomi dan pembangunan di Kabupaten Bandung Barat.

Sehingga dirinya memiliki tujuan agar ke depan dari sisi ekonomi dan pembangunan dapat lebih baik lagi. “Lihat saja soal ekonomi dan pembangunan belum merata. Padahal, kesempatan dan potensi sangat banyak sekali,” tuturnya.

Berita Terkait

Tinggalkan Balasan