oleh

UMKM Kemitraan 100 Persen Asing

bandungekspres.co.id – Pemerintah tetap memberikan perhatian khusus kepada pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) meski keran investasi bagi asing makin terbuka. Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Franky Sibarani menyatakan, dalam paket kebijakan ekonomi jilid X yang di dalamnya termasuk DNI (daftar negatif investasi) baru, ada bidang usaha untuk UMKM.

”Baik yang khusus dicadangkan maupun melalui kemitraan,” kata Franky di Jakarta kemarin. Hal tersebut sesuai dengan arahan presiden dalam sidang kabinet untuk tetap memperhatikan kepentingan pelaku usaha nasional berskala UMKM. Secara umum, lanjut dia, sebenarnya pemerintah telah melindungi kepentingan UMKM melalui UU No 20/2008.

Dalam aturan tersebut dikemukakan, usaha dengan kekayaan bersih di bawah Rp 10 miliar tergolong UMKM. ”Karena itu, investor asing tidak dapat masuk dengan membawa modal di bawah Rp 10 miliar,” ujarnya.

Dalam aturan DNI yang baru, pemerintah memberikan penegasan untuk melindungi UMKM dengan menetapkan beberapa bidang usaha dalam kategori dicadangkan atau disyaratkan bermitra untuk UMKM.

Terkait bidang usaha yang dicadangkan untuk UMKM, sektor tersebut sama sekali tertutup untuk investor besar atau asing. Misalnya, usaha budi daya tanaman pangan pokok dengan luas kurang dari 25 hektare (padi, jagung, kedelai, kacang tanah, kacang hijau, dan tanaman pangan lainnya); pengusahaan sarang burung walet di alam; dan industri pemindangan ikan.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.