oleh

Penggunaan Bahasa Sunda Jangan Sekedar Menghafal

”Ada banyak kendala karena menggabungkan berbagai latar belakang penulis dengan karakter penulisan yang berbeda,” ucapnya.

Selain menulis, dia juga bertugas untuk mengedit dan menyelaraskan tulisan-tulisan yang ada. Tidak lupa pihaknya juga memberikan terima kasih kepada Ketua DPRD Jawa Barat, Ineu Purwadewi Sundari dan Anggota DPR RI TB Hasanuddin yang telah membantu penerbitan buku tersebut.

”Kalau nggak ada bantuan mereka saya nggak bisa menyelesaikan buku tersebut,” katanya.

Di tempat yang sama, penulis lainnya, Miftah Falah menjelaskan saat ini kearifan budaya lokal dipakai terkait pembangunan. ”Kearifan budaya lokal tersebut diambil dari budaya orang sunda di mana saat ini menjadi paradigma alternatif, pembangunan berkelanjutan,” katanya.

Hal itu terkait terlihat memiliki instrumen dari lingkungan, sosial dan ekomoni. Orang Sunda tidak menjadi seorang fighter melainkan lebih mengutamakan kebersamaan dan mengutamakan berkesinambungan. ”Hal itulah yang menjadi ciri khas dari pembangunan saat ini. Dan sebagai orang Sunda kita patut berbangga diri dengan apa yang menjadi ciri khas,” pungkasnya. (nit/fik)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.