Penanganan Korban Bencana Alam Sumedang Dijadikan Percontohan Nasional

bandungekspres.co.id, SUMEDANG – Komandan Distrik Militer 0610/Sumedang, Letkol Inf FX Sri Welliyanto menyatakan, penanganan bencana di Kabupaten Sumedang akan menjadi percontohan di tingkat nasional.

Welliyanto mengatakan, baiknya penanganan korban bencana yang diterapkan di pengungsian Makodim 0610, tak lepas dari ilmu yang dimiliki para relawan yang membantu. ”Iya, management camp ini memang akan menjadi percontohan di tingkat nasional. Dan kita, dapat ilmu ini karena dibantu oleh para relawan yang sudah berpengalaman. Bahkan, mereka mendapat ilmu management camp ini dari Jerman,” kata Welliyanto, kepada Jabar Ekspres, kemarin (2/10).

Sebelumnya, kata dia, penanganan korban bencana di pengungsian GOR Tadjimalela dinilai kurang terstruktur. Namun, saat ini sudah mulai terkoordinir dengan baik. Sebab, penanganan seluruh korban bencana, sudah berada dalam satu komando, yaitu di Dandim 0610.

“Iya, kita sudah koordinasi dengan yang di Tadjimalela. Setelah saya dapat SK IC dari bupati, saya langsung tata itu,” ujarnya yang menjadi Komandan Tanggap Darurat Bencana Kabupaten Sumedang.

Lantas seperti apa kelebihannya? Dia mengatakan, pembenahan yang paling diutamakan yakni dalam hal penyimpanan makanan. cara terbaik untuk memperpanjang umum makanan, kata dia, dengan menyimpan makanan yang usianya tahan lama di tempat yang paling dalam.

”Sebelumnya, penyimpanan di Tadjimalela itu kurang bagus. Kita memang mengambil stok bantuan itu dari sana. Di sana itu penuh bahkan ada yang sampai kehujanan,” sebutnya.

Sebelumnya, kata dia, penyimpanan makanan itu sendiri masih acak-acakan. Semua disatukan tanpa melihat mana yang masih lama dan mana yang cepat kedaluarsa. ”Jadi penyalurannya akan lebih mudah dan aman,” sebutnya.

Sementara itu, PT PLN (Persero) UIP JBT I menyalurkan dana Corporate Social Responsibility (CSR) 2016 melalui program bantuan sarana ibadah pada Jumat lalu (30/9).

Bantuan yang diberikan berwujud perlengkapan ibadah Masjid senilai Rp 19 juta rupiah yang terdiri atas sajadah, mukena, sarung, alquran, iqra, juz amma, buku tuntunan salat, dan peralatan ibadah lainnya.

Bantuan diberikan secara langsung oleh tim CSR PLN UIP JBT I diwakili oleh Asisten Manajer PLN UPP KIT JBT 2 Endiyaksa kepada penerima manfaat dari empat di sekitar lokasi proyek PLTA Jatigede.

Berita Terkait

Tinggalkan Balasan