Pemkot Dorong Pendidikan Karakter

bandungekspres.co.id, SUMUR BANDUNG – Wakil Wali Kota Bandung Oded M. Danial meyakini empat elemen dasar pendidikan mampu memberikan dampak positif bagi para siswa terutama untuk pengembangan karakter. Keempat elemen dasar pendidikan yaitu olahraga meliputi fisik yang sehat, olahrasio meliputi pikiran yang cerdas, olahrasa meliputi hati yang bersih, serta olahruh sebagai bagian dasar dari penciptaan umat manusia.

”Jika keempat elemen ini berkembang dengan seimbang, maka saya yakin Bangsa Indonesia akan menjadi bangsa yang tangguh siap bersaing dengan dunia internasional,” kata Oded usai Upacara Hari Pendidikan Nasional di Plaza Balai Kota Bandung kemarin (2/5).

Politikus PKS ini menjelaskan, pemerintah saat ini tengah mengedepankan pendidikan karakter bagi seluruh elemen masyarakat. Terutama bagi para generasi muda yang masih mengenyam pendidikan. Strateginya, menggalakan gerakan Bandung Masagi.

Program tersebut, sambung Oded, merupakan metode pendidikan karakter ala Kota Bandung. Sesuai dengan namanya masagi, yang berari segi empat, metode pendidikan karakter itu, terdiri dari empat elemen, yakni pendidikan bela negara, pendidikan agama, pendidikan budaya, dan pendidikan cinta lingkungan.

”Program Bandung Masagi diwujudkan dalam berbagai program, seperti Magrib Mengaji, Rebo Nyunda, Gerakan Pungut Sampah, program rotasi inspektur upacara di sekolah-sekolah, dan lainnya,” tukas Oded.

Di tempat sama, Kepala Dinas Pendidikan Kota Bandung Elih Sudiapermana menyatakan, Pemkot Bandung telah mendeklarasikan diri sebagai Kota Pendidikan Inklusif.

Namun, Pemerintah Kota Bandung tidak bermaksud mendiskriminasikan siapapun yang ingin menikmati bangku pendidikan. Pemerintah memberikan kesempatan yang sama bagi semua anak untuk bersekolah.

”Pemerintah Kota Bandung berkomitmen semua anak di Kota Bandung bisa sekolah,” ujar Elih.

Pemkot Bandung juga tengah gencar menggiatkan gerakan literasi sekolah, sesuai dengan pesan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Anies Baswedan. Literasi dasar memungkinkan anak-anak meraih ilmu dan kemampuan yang lebih tinggi serta menerapkannya pada kehidupan sehari-hari.

”Minat baca dan tulis anak-anak harus ditingkatkan, sebab literasi itu merupakan esensi dasar dari belajar,” ucap Elih.

Kendati demikian, dengan pesatnya pemkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi informasi, kata Elih, literasi yang selama ini berfokus pada kemampuan baca-tulis harus diperkuat dengan literasi sains, literasi teknologi, literasi finansial, dan literasi budaya.

Berita Terkait

Tinggalkan Balasan