oleh

Pemkab Dinilai Melakukan Pembiaran

Selain sulit, harga jualnya pun akan naik berkali-kali lipat. Pemkab Bandung Barat bukan hanya harus membayar uang penggantian tanah, tapi juga dengan bangunannya. Berdasarkan catatan Bandung Ekspres, Pemkab Bandung Barat menargetkan akan membebaskan tanah seluas 100 hektare untuk perkantantoran di Desa Mekarsari dan Cilame. Pembebasan tahun 2015 merupakan tahun ketujuh pengadaan tanah dengan anggaran yang disediakan dari APBD Kabupaten Bandung Barat sebesar Rp 17 miliar.

Dimulai tahun 2009 dengan pagu anggaran se­besar Rp45 miliar namun yang terealisasi sebesar Rp 13,6 miliar dengan luas lahan yang terbebaskan 195.300 meter persegi. Dengan demikian, anggaran yang tidak terserap mencapai Rp 31,3 miliar lebih. Pada tahun 2010, Pemkab Bandung Barat mengalokasikan anggaran sebesar Rp 44 miliar lebih. Sayangnya, realisasi ang­garannya masih rendah, yakni sebesar Rp 8,4 miliar lebih, dengan luas lahan sekitar 81.080 meter persegi. Lahan yang sudah dibebaskan seluas 56 hektare dari target 100 hektare. Dalam setiap pembebasan tanah tidak selalu berpatokan pada Nilai Jual Obyek Pajak (NJOP) tapi juga memperhatikan harga pasaran yang berlaku saat itu.

Pengadaan tanah sampai 100 hektare ditargetkan tercapai pada tahun 2018. ”Kita inginkan agar pembangunan dan pembebasan lahan bisa dilakukan tepat waktu dan anggaran yang sudah disiapkan itu bisa diserap semaksimal mungkin,” ujarnya. (drx/fik)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.