oleh

Pemerintah Tenggelamkan 151 Kapal Laut

bandungekspres.co.id – Pemberantasan illegal fishing melalui penenggelaman kapal masih terus dilakukan secara konsisten dan berkelanjutan. Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) mengklaim langkah tersebut mampu memberikan efek jera bagi kapal asing di perairan Indonesia dan berdampak positif bagi sumber daya alam di sektor perikanan.

”Ada 31 kapal yang ditenggelamkan pada tahap pertama tahun ini di lima lokasi,” kata Menteri Kelautan dan Perikanan (KP) Susi Pudjiastuti dalam konferensi pers, kemarin (22/2). Rinciannya, 10 kapal di Bitung (Sulut), 8 kapal di Pontianak (Kalbar), 10 kapal di Batam (Kepri), 2 kapal di Belawan (Sumut), dan 1 kapal di Tahuna (Sulut).

Adapun, kapal asing yang dibom tersebut berasal dari beberapa negara. Di antaranya, 8 kapal dari Malaysia, 11 kapal dari Vietnam, 7 kapal dari Filipina, 1 kapal dari Belize, dan 4 kapal dari Indonesia. Ukuran kapalnya pun bervariasi, 1-139 Gross Tone (GT). ”Komitmen ini akan secara konsisten dan terus menerus dilakukan tanpa pandang bulu,” jelasnya.

Susi mengakui, ada modus baru dalam pencurian ikan. Yakni, menggunakan kapal berbendera Indonesia yang belakangan terus meningkat. ”Bendera Indonesia bukan berarti milik nelayan Indonesia. Meski, itu buatan Indonesia tapi mereka terbukti melakukan illegal fishing dan didalamnya merupakan ABK asing,” jelasnya.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.