oleh

Isu Masalah Sampah Ditumpangi Geopolitik

”Pemerintah daerah bukan saatnya saling menyalahkan, tetapi sama-sama sadar. Itu maslah bersama yang harus diselesaikan,” ujar Deni.

Melalui komunikasi yang dibangun, ternyata masalah sampah perbatasan tak se-booming yang diwartakan. Tetapi, ada provokator seolah masalah itu besar. Di lapangan tidak seperti itu. ”Penyelesaiannya tetap harus regional Jawa Barat. Karena anggaran provinsi untuk menangani sampah cukup besar,” tukas Deni.

Menyoal sampah di daerah beririsan yang kian menumpuk, dinilai Deni akibat wilayah perbatasan tak miliki TPS. ”Kalau tidak dibuang ke sungai atau dibakar, pasti dibuangnya ke TPS kita,” sebut dia.

Dari peristiwa itu, ujung-ujungnya penumpukan sampah di perbatasan yang menjadi titik potensial ada di Sungai Citepus dan Cijagra. Ini sumber sampah yang masuk ke Citarum.

”Saya tidak menyalahkan kabupaten, tapi mengklarifikasi tudingan yang menyebut pengelolaan sampah Kota Bandung jelek,” terang Deni.

Intinya, Kota Bandung bukan satu-satunya penyebab banjir di Kabupaten Bandung. Maka, guna menyelesaikan persoalan itu, PD Kebersihan, urai Deni, dalam waktu dekat akan membangun trap-trap di 14 anak sungai Citarum yang melintasi Kota Bandung.

”Bukan bendungan sampah tapi, trap sampah yang akan dipasang disepanjang sungai. Bendungan sampah itu jangka panjang,” tutur Deni.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.