oleh

25 Kios Peuyeum Gulung Tikar

”Gimana lagi, tambahan dana usaha dari pemerintah daerah nggak ada. Jadinya kita terpaksa pinjam ke rentenir,” ungkapnya.

Sementara menurut salah seorang petani singkong, Udin, 50, panen singkong harusnya bulan ini. Tapi karena tahun lalu kemarau panjang, sehingga para petani terpaksa memundurkan menanam singkong. ”Jadinya kita panen bulan Syawal nanti, terus petani juga terpaksa menjual singkong muda,” ungkapnya.

Karena kebutuhan juga para petani juga, terpaksa menjual singkong yang muda. Pihaknya tidak bisa melarang para petani menjual singkong muda. ”Kebanyakan menjual kepada para pengepul, sebagian lagi menjual keliling kecamatan atau kelurahan,” ucapnya.

Kemarau panjang lalu diakui olehnya, sangat merugikan para petani. Saat ini, pihaknya berharap ada bantuan terutama dari pemerintah daerah agar bisa memecahkan masalah ini. (nit/fik)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.