Karyawan KPK Ancam Kembalikan Mandat ke Presiden

Sehari setelah penangkapan BW, Adnan Pandu Praja dilaporkan atas perkara kepemilikan saham ilegal perusahaan Daisy Timber pada 2006.

Setelah Adnan, Abraham Samad juga menjadi terlapor kasus pidana. Tak tanggung-tanggung, dua perkara dilaporkan ke Bareskrim Mabes Polri.

Yang pertama, Samad dilaporkan Yusuf Sahide yang mengatasnamakan KPK Watch pada 26 Januari lalu. Dalam perkara itu, Samad dilaporkan telah melanggar pasal 36 dan 65 Undang-Undang (UU) KPK karena telah bertemu pimpinan parpol seperti tudingan Plt Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto.

Laporan kedua dilakukan Feriyani Lim terkait pemalsuan dokumen yang dilakukan Samad. Feriyani yang dikabarkan dekat dengan Samad mengaku pernah dibuatkan identitas palsu. Zulkarnaen juga tak luput dari perkara. Dia dilaporkan menerima pemberian atau janji terkait penanganan kasus P2SEM (Program Penanganan Sosial Ekonomi Masyarakat) saat masih menjabat sebagai Kajati Jatim.

Di tengah polemik KPK-polri yang belum tuntas, Presiden Joko Widodo tetap meneruskan agenda lawatan ke sejumlah negara ASEAN. Kemarin (5/2), Jokowi telah bertolak dari tanah air. Malaysia menjadi negara pertama yang dikunjungi.

Selain ibu negara Iriana, Jokowi didampingi pula sejumlah menteri Kabinet Kerja. Di antaranya, Menko Perekonomian Sofyan Djalil, Menteri Perdagangan Rachmat Gobel, dan Menaker Hanif Dhakhiri. Menlu Retno Marsudi sudah lebih dulu berangkat ke Malaysia.

Negara lain yang akan dikunjungi adalah Brunei Darussalam dan Filipina. Diagendakan, rombongan baru akan kembali lagi ke tanah air pada Selasa (10/2) dini hari. ’’Ini bagian dari komitmen dan tradisi sebagai presiden baru Indonesia, (kunjungan kenegaraan) ini hal biasa,’’ kata Sofyan Djalil, sesaat sebelum berangkat, di Bandara Halim Perdanakusuma, Jakarta, kemarin (5/2).

Menurut dia, selain melakukan pertemuan bilateral dengan sejumlah pemimpin di tiga negara tersebut, presiden dan rombongan juga dijadwalkan melakukan sejumlah kunjungan ke beberapa titik. Semisal, berkunjung ke perusahaan mobil Malaysia.

Kegiatan makan malam dengan para petinggi tiga negara dan beberapa acara santai juga dijadwal. Di antaranya, berolahraga bersama dengan perdana menteri. ’’Apakah nanti ada kerjasama ekonomi, saya belum tahu pasti,’’ tutur Sofyan lagi.

Hingga hari ini, presiden masih meninggalkan sejumlah PR di tanah air. Terutama, terkait jadi tidaknya BG dilantik sebagai kapolri. Sehari sebelum berangkat melakukan lawatan, Rabu (4/2), Jokowi berjanji akan memutuskan polemik soal kapolri baru itu pada minggu depan.

Berita Terkait

Tinggalkan Balasan