77

Posisi PSS Sleman Mulai Terancam

Sebagai Tim Promosi ke Liga 1

TERANCAM BATAL: Klub PSS Sleman ke Liga 1 mulai terancam. Sebab, muncul dugaan saat melawan Kalteng Putra pada September 2019 silam terindikasi upaya pengaturan skor. 

JAKARTA– Posisi PSS Sleman sebagai tim promosi dari Liga 2 mulai terancam. Pasalnya, muncul dugaan laga antara PSS melawan Kalteng Putra pada September 2019 silam terindikasi upaya pengaturan skor.

Dugaan upaya pengaturan skor pada laga antara PSS Sleman vs Kalteng Putra diungkapkan eks kapten Isen Mulang, Taufiq Kasrun. Dalam laga tersebut, dia mengaku diminta untuk bermain buruk untuk mendukung kemenangan tuan rumah.

”Itu kan siaran langsung. Ada instruksi agar Sleman menang. Dan saya disuruh (bermain jelek, Red). Tapi, semua tahu saya seperti apa. Ya, saya nggak mau lah,” demikian pengakuan Taufiq Kasrun, kapten Kalteng Putra saat itu, terkait laga PSS versus Kalteng Putra di Stadion Maguwoharjo (25/9).

Ketika itu, di akhir laga PSS menang 1-0. Nah, saat jeda babak pertama dengan skor masih 0-0, ada yang menginstruksikan agar Taufiq Kasrun dkk mengalah 1-3. Siapa yang memberikan instruksi?. ”Adalah pokoknya. Intinya Sleman harus menang,” lanjutnya.

Sebelum instruksi kalah 1-3 itu turun, sempat ada insiden di luar ruang ganti. Menurut sumber Jawa Pos, pelatih Kas Hartadi dicekik Vigit Waluyo karena timnya bermain bagus dan menyulitkan PSS.

Namun, hal itu dibantah oleh Kas Hartadi. ”Nggak ada, nggak ada itu. Kalau saya dicekik, nggak mungkinlah. Masa saya dicekik diam saja, ya nggak mungkinlah,” ujar Kas Hartadi.

Usai insiden itu, sebelum babak 8 besar Liga 2 dimulai, Taufiq dicoret dari tim bersama Zaenal Haq dan Ambrizal. Alasan pencoretan sama sekali tidak jelas.

”Saya nggak tahu. Saya ditelepon asisten manajer, dia bilang saya dicoret. Katanya disuruh manajer. Pas saya tanya alasannya, mereka bilang nggak tahu,” ucap Taufiq.

Padahal, sebelum liburan menjelang babak 8 besar Liga 2, dia sempat berbicara dengan Kas Hartadi terkait persiapan. ”Saya masih diminta untuk ikut memilih kerangka tim,” kata bek 33 tahun itu.

Karena itu, dia merasa dicoret dari tim lantaran tidak mau main jelek lawan PSS. ”Kalau feeling saya mungkin kayak gitu,” tuturnya.

Ketika Jawa Pos coba menelisik mengapa dia tidak ikut saja dan bermain buruk hanya dalam satu laga itu, Taufik makin menegaskan sikapnya. ”Lho Mas, emang dari dulu saya nggak pernah gitu-gituan. Saya selalu main 100 persen. Kalau bisa lebih. Nggak pernah gitu. Apalagi itu siaran langsung, kalau setengah-setengah kan banyak orang lihat,” tegasnya.

Di sisi lain, PSS dinilai dekat dengan Vigit. Kebetulan, ada Danilo Fernando yang merupakan menantu mantan manajer Gelora Dewata itu. Statusnya di PSS sebagai pemandu bakat. Pelatih PSS, Seto Nurdiyantara coba memberi gambaran tugas dari Danilo di dalam tim.

”Artinya dia (Danilo) kan untuk tim. Dia memberikan masukan dan evaluasi. Bagaimana penampilan tim, apa yang kurang, ya seperti itulah. Evaluasi saja ke staf pelatih. Memberikan masukan dan secara teknis saja,” papar Seto.

Pelatih PSS di awal musim 2018, Herry Kiswanto, punya pengakuan soal keputusannya mundur pada 7 Mei 2018. Dia memilih mundur karena ada indikasi upaya-upaya tidak sportif dari klub yang ditanganinya.

”Ada kejanggalan saat beberapa pemain diganti, yang saya minta nggak dapat rekomendasi. Danilo juga masuk, tapi saya nggak mau. Saya keluar setelah tiga laga pertama di babak reguler,” tandasnya. (jpc)

BAGIKAN

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.