74

Dirikan Tempat Belajar dan Bermain Gratis

Keceriaan Dibalik dari Rumah Lentera

rumah lentera
MUNCULKAN KREASI: Anak-anak sedang melukis botol minuman bekas ntuk berkreasi dalam seni lukis.

Keinginan anak-anak untuk bermain sangat tinggi. Akan tetapi keterbatasan lahan bermain dan ruang terbuka menjadi masalah tersendiri bagi anak-anak perkotaan. Dengan inisiasi bersama rumah lentera yang digagas beberapa mahasiswa ini berhasil mewujudkan keinginan bermain anak-anak meski dengan cara sederhana.

Anggun Rahmawati, Bandung.

Di rumah lentera, suara anak-anak sudah menjadi biasa. Gelak tawa dan kebahagian terlihat dari wajah mereka yang butuh bermain untuk berinteraksi dengan temannya.

Rumah Lentera sebetulnya rumah bermain dan belajar yang diperuntukkan untuk umum. Dengan mengemban misi sosial untuk mengajak masyarakat rumah lentera berada di daerah Kujangsari , Jalan terusan Buah Batu RT 07 RW 06, Kecamatan Bandung Kidul, Kota Bandung.

Penggagas Rumah Lentera Prima Arief mengatakan, tempat ini ingin menjadikan anak-anak lebih produktif, kreatif dan bisa berbuat positif.

’’Rumah Lentera dipilih dengan harapan rumah ini menjadi seperti lentera atau penerangan walau hanya secuil lilin di tengah belantara,’’ ucap Prima ketika ditemui keamrin. (6/1).

Dia menceritakan, pada awalnya pendirian rumah lentera ini dilatarbelakangi dari hilangnya lahan bermain untuk anak di wilayah Kujangsari.

Dahulu, ketika masih ada sawah anak-anak bisa bermain layang-layang, bola ketika sawah yang tengah kering, namun sekarang terpaksa harus bermain di pinggir jalan dan bermain gawai karena hilangnya ruang terbuka akibat dari kemajuan pembangunan.

Akhirnya, Prima dan kawan-kawan lainnya memutuskan bagaimana membuat ruang atau tempat yang nantinya anak-anak bisa bermain disisipkan nilai-nilai edukatif untuk anak.

Dipilihnya nama rumah lentera adalah sebagai bentuk simbol ketika ruang bermain untuk anak sangat minim.

’’Dunia terasa menjadi gelap tanpa pendidikan, sehingga membutuhkan lentera untuk menerangi setiap langkah menuju masa depan,”kata dia.

Dia menilai, saat ini dunia pendidikan lebih menyamaratakan kecerdasan anak dan lebih mengekang. Sehingga, banyak anak yang merasa tertekan dan tidak merasa nyaman.

Rumah Lentera merupakan ruang alternatif pendidikan untuk anak-anak yang tidak dipungut biaya atau gratis. Pengajarnya pun berasal dari mahasiswa Unpad, Unpas, ISBI, dan komunitas-komunitas lainnya. Adapula volunteer dari Negara lain. Bahkan, dukungan moral dari pihak kelurahan dan kecamatan dengan adanya Ruang alternatif ini.

Anak-anak dari rumah lentera pun beragam, ada dari pemukiman masyarakat sekitar, kompleks sebelah, ada pula anak-anak jalanan berhubung Rumah Lentera dekat dengan persimpangan jalan.

Kegiatan rutin yang dilakukan Rumah Lentera cukup menarik, ada kelas seni ada rupa,teater,tari, dan musik. Anak-anak diberikan pengarahan sesuai dengan keinginan mereka.

Selain itu, ada monitoring PR (Pekerjaan Rumah), dan kelas kondisional. Kelas ini akan menanyakan kepada anak-anak mengenai keinginan dan harapannya.

’’Nah ini kita coba wujudkan yang paling rasional untuk diwujudin,’’kata dia.

Saat ini, rumah lentera tengah fokus menggarap album anak-anak. Membuat workshop menulis dan menceritakan cerita dongeng, lalu hasil tulisan yang dibuat oleh anak-anak akan dijadikan sebuah lirik lagu. nantinya akan dinyanyikan, dimainkan langsung oleh anak-anak rumah lentera.

Salah satu anak asuh Rumah Lentera, yakni Akbar, 5,  yang memiliki keterbatasan khusus, mengaku sangat senang bermain sambil belajar, dari aktivitasnya antusiasnya cukup tinggi dari anak-anak yang lainnya.

BAGIKAN

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.