59

BUMD Bidik Sektor Perusahaan Industri

Untuk Menambah Jumlah Pelanggan di Tahun Ini

TAMBAH PELANGGAN: BUMD Bandung Barat membidik sektor industri menjadi pelanggan baru di tahun ini. Hal itu untuk menambah target jumlah pelanggan yang saat ini masih mengandalkan pelanggan rumah tangga.

NGAMPRAH– Untuk menambah jumlah pelanggan di tahun ini, Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) Kabupaten Bandung Barat PT Perdana Multiguna Sarana (PT. PMgS) membidik sejumlah perusahaan industri untuk mendapatkan pelayanan pasokan air bersih. Sejauh ini, BUMD baru memiliki pelanggan rumah tangga yang belum terlihat signifikan terhadap pendapatan asli daerah (PAD).

“Dengan membidik perusahaan atau pabrik di Bandung Barat diharapkan akan menambah pasokan air lebih banyak. Saat ini baru satu perusahaan yang menjadi pelanggan kami. Padahal, KBB banyak industri yang potensial untuk mendapatkan pelayanan pasokan air bersih dari BUMD,” ujar Direktur BUMD Denny Ismawan di Ngamprah, kemarin.

Deni menambahkan, hingga kini sejumlah perusahaan di KBB masih memanfaatkan air bawah tanah untuk operasional mereka. Padahal, pemanfaatan air bawah tanah secara masif bisa berakibat keringnya sumur-sumur warga sekitar.

Menurut Denny, BUMD saat ini memiliki hampir 5.000 pelanggan berbasis rumah tangga, tersebar di Kecamatan Ngamprah, Padalarang, Cisarua, dan Cikalongwetan. Pasokan dari beberapa sumber air yang dikelola BUMD sejauh ini sudah mencukupi.

“Untuk kebutuhan industri nanti, bisa kami gali potensi sumber air lainnya. Dan kami optimistis, sumber air di KBB bisa mencukupi untuk kebutuhan industri,” tuturnya.

Denny mengakui, dibutuhkan investasi besar untuk memperluas jaringan infrastruktur, termasuk untuk memasok ke sejumlah perusahaan. Namun ketika pangsa pasarnya sudah jelas, hal itu bisa diupayakan.”BUMD ini kan selain memberikan pelayanan sosial, juga berorientasi bisnis. Jadi, kami bisa terus berkembang jika marketnya sudah ada,” katanya.

Untuk diketahui, BUMD PT PMgS berdiri sejak 2011 dengan penyertaan modal sebesar total Rp 35 miliar dari Pemkab Bandung Barat. Menurut Denny, dibutuhkan tambahan modal sedikitnya Rp 50 miliar dari pemerintah daerah agar perputatan bisnis BUMD terus berkembang.

Manager Perencanaan BUMD KBB Yovita Yulia Dewi menambahkan, saat ini sumber air baku yang dikelola BUMD berasal dari Sungai Cijanggel di Cisarua dan Sungai Cibanteng di Cikalongwetan. Pihaknya terus berupaya memperbaiki pelayanan terhadap para pelanggan. Hal itu di antaranya dengan menyediakan fasilitas chat via Whatsapp untuk menampung keluhan para pelanggan yang kemudian segera ditindaklanjuti.

Dengan peningkatan pelayanan itu, jumlah pelanggan baru selama setahun terakhir pun bertambah. “Desember 2017, jumlah pelanggan 3.718 orang dan pada Desember 2018 bertambah menjadi 4.239 pelanggan. Tahun ini kami terus berupaya semaksimal mungkin untuk menambah pelanggan lebih banyak,” pungkasnya. (drx)

BAGIKAN

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.