Wujudkan Swasembada Kedelai, Ciptakan Kemandirian Pertanian

34
PERLU SINERGITAS: Ketua Komisi II DPRD Jabar Didi Sukardi (tengah batik) bersama Kepala Bidang Penyuluhan Dinas Pertanian Tanaman Pangan dan Holtikultura siap mewujudkan swasembada KEdelai di Jabar.

LEMBANG – Dinas Pertanian Tanaman Pangan dan Hortikultura Jawa Barat, telah menyiapkan lahan 200 ribu hektare untuk menyukseskan program swasembada kedelai Jawa Barat pada 2018.

Kepala Bidang Penyuluhuan Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura, Eti Mulyati mengatakan, pihaknya meminta seluruh komponen ikut terlibat. Sehingga target yang ditetapkan bisa tercapai.

Dirinya mengatakan, untuk pelaksanaannya nanti akan dilakukan pengawalan, pendampingan serta penyuluhan kepada para petani kedelai.

“Untuk mencapai target 200 hektare potensi di Jawa Barat sebetulnya sangat banyak, tapi perlu kerjasama semua pihak,”jelas Eti  seperti yang di lansir Rmol Jabar kemarin (8/3).

Dia menilai, saat ini potensi kedelai di Jawa Barat sangat besar. Sebab, untuk memenuhi kebutuhan kedelai di Jabar saja masih mengandalkan ekspor. Sehingga, bila program tersebut berjalan diharapkan kebutuhan kedelai di Jabar dapat terpenuhi.

Untuk itu, lanjut Eti, rencana program swasembada kedelai ini, harus melibatkan para Tenaga Harian Lepas (THL). Bahkan, pihaknya mengaku sudah mempunyai data untuk setiap kabupaten yang mempunyai program kedelai.

’’Tentunya program ini harus dikawal oleh teman-teman penyuluh,” cetus dia.

Sementara itu,  Ketua Komisi II DPRD Jawa Barat, Didi Sukardi, menilai peran Tenaga Harian Lepas (THL) sangat berkontribusi bagi kelangsungan sektor pertanian di Jawa Barat.

“Mereka saat ini sedang merumuskan langkah-langkah untuk memperbaiki kinerjanya,” ujar Didi, usai menghadiri Rapat Kerja Wilayah THL Jawa Barat, di kawasan Lembang, Kabupaten Bandung Barat, beberapa waktu lalu.

Rakerwil THL tersebut dilaksanakan dalam upaya merumuskan program yang membantu Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Barat khususnya di sektor pertanian. Ada beberapa target di sektor tersebut.

“Ditargetkan di tahun ini ada 200 ribu hektare lahan untuk ditanami kedelai, namun tenaga penyuluh berstatus PNS hanya sedikit sehingga membutuhkan bantuan dari tenaga harian lepas,” jelasnya

Didi menambahkan, peran strategis tenaga harian lepas sangat dibutuhkan. Sebab, dengan hadirnya THL  tersebut dapat mendorong produktifitas petani, khususnya di Jabar.

“Mereka yang langsung bersentuhan dengan para petani, di Jabar ini ada ribuan petani. Untuk meningkatkan produktivitas pertanian mereka, itu butuh tenaga penyuluh, mereka butuh bimbingan” katanya.

Sejauh ini Pemprov Jabar  telah mengangkat kurang lebih seribu orang THL. Kontraknya telah diperbaharui sekitar dua pekan lalu.

Didi berharap kepada seluruh THL dapat bekerja dengan serius, dan professional untuk meningkatkan sektor pertanian di Jabar. Walupun dari segi kesejahteraan masih belum sesuai dengan harapan mereka. (bbs/yan)

BAGIKAN

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.