Waspadai Jebakan Kunci Jawaban UNBK

183
ACHMAD NUGRAHA/JABAR EKSPRES
SERIUS UJIAN: Siswa mengerjakan soal Bahasa Indonesia, saat mengikuti pelaksanaan UNBK di SMAN 5 Bandung, Jalan Belitung.

CIMAHI – Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Barat, Ahmad Hadadi meminta siswa tidak mempercayai jika ada soal dan kunci jawaban yang beredar saat pelaksanaan Ujian Nasional (UN). Sebab bisa jadi itu merupakan jebakan agar anak tidak mau belajar.

”Soal dan kunci jawaban yang beredar bisa jadi malah akan menganggu dan memecah konsentrasi anak,” kata Hadadi disela pemantauan UNBK, di SMA Negeri 3 Kota Cimahi Jalan Pasantren, Kelurahan Cibabat Kecamatan Cimahi Utara, kemarin (9/4).

Menurut Hadadi, mustahil kebocoran soal bisa terjadi, sebab soal dan pelaksanaan ujian sudah dibuat dengan sistem yang ketat. Bahkan, server pusat dengan server sekolah terkoneksi serta ada password tertentu. ”Token juga per 15 menit ganti jadi kesisteman aman,” ujarnya.

Hadadi mengigatkan, sebaiknya masyarakat percaya sepenuhnya kepada pihak Disdik. Sebab kata dia, Disdik ingin memberikan pembelajaran yang terbaik terhadap siswa, termasuk pendidikan karakter. Sebaiknya, sebut Hadadi, orang tua dan siswa jangan sampai terjebak pada isu isu terkait kebocoran soal dan kunci jawaban.

”Itu adalah upaya dari menggagalkan proses pendidikan. Kami pastikan UNBK sekarang tidak ada kebocoran. Untuk itu sebaiknya siswa tetap percaya diri dengan kemampuannya. Tetap tenang serta tidak gugup dalam mengerjakan soal,” ucapnya.

Kendati demikian, Hadadi tetap meminta kepada aparat kepolisian untuk membantu dalam segi pengamanan. Sehingga ketika ada pihak pihak yang mengedarkan soal atau kunci jawaban UN, agar segera mengatasinya.

”Sebaiknya cepat diproses sesuai ketentuan. Sehingga tidak akan mengganggu proses pendidikan,” katanya.

Hadadi menjelaskan, UNBK bukan syarat kelulusan sekolah. Tetapi kelulusan akan ditentukan oleh pihak sekolah dengan mengacu pada gabungan nilai harian dan hasil Ujian Sekolah Berstandar Nasional (USBN) serta siswa telah melakukan program pembelajaran juga dari sistem prilaku siswa selama belajar.

”UNBK lebih digunakan untuk pemetaan nasional dan sebagai persyaratan masuk perguruan tinggi serta pendidikan kedinasan seperti IPDN, TNI dan Polri,” jelasnya.

Untuk mengatasi gangguan dalam proses ujian, Hadadi mengaku, pihaknya sudah meminta kerjasama dengan pihak PLN agar pasokan listrik ada jaminan dan tidak ada aktivitas pemeliharaan perbaikan yang membutuhkan pemadaman listrik. Tidak hanya itu, untuk antisipasi beberapa daerah yang sering mengalami mati listrik, pihaknya juga sudah meminta sekolah yang bersangkutan untuk menyiapkan genset.

”Untuk internet kami sudah kerjasama dengan pihak Telkom agar melakukan upaya upaya penguatan jaringan supaya saat pelaksanaan UNBK tidak ada kendala,” tandasnya.

Ditempat sama, Kepala SMA Negeri 3 Cimahi, Nila Krisdiana, mengungkapkan agar tidak terjadi keluhan dari siswa saat pelaksanaan UNBK, pihaknya telah mempersiapkan segala sesuatunya, seperti melakukan pengecekan perangkat komputer dan peralatan pendukung lainnya.

”Kita cek apa yang harus diganti dan apa yang harus diperbaiki karena tahun lalu ada keluhan dari siswa ruangannya panas kita pasang AC langsung, sekitar 2 minggu yang lalu sudah kita kebut persiapannya,” ungkapnya.

Sementara untuk menghindari masalah teknis seperti padamnya aliran listrik, pihak sekolah telah bekerjasama dengan PLN agar tidak terjadi pemadaman selama pelaksanaan UNBK berlangsung. Kendati demikan, pihak sekolah telah menyediakan genset untuk antisipasi terjadinya permasalahan pada pasokan listrik tersebut.

”Sedangkan untuk server kita punya empat termasuk cadangan, dari hasil pelaksanaan sesi pertama tadi, alhamdulillah lancar. Mudah-mudahan sampai selesai UNBK tak ada masalah,” katanya.

Nila menuturkan, pihaknya menyediakan 140 unit komputer yang akan digunakan oleh 414 siswa di empat ruangan. Setiap ruangannya disediakan kurang lebih 36 komputer untuk digunakan peserta UNBK tersebut. Selain itu, pihaknya telah menyediakan komputer dari ruangan lain untuk antisipasi masalah pada komputer yang telah disediakan.

”Tapi sejauh ini tidak ada keluhan dari siswa untuk masalah komputer, seperti susah login atau yang lainnya. Alhamdulillah untuk yang sekarang kita sudah prepare yang dilaksanakan secara baik, walaupun ruangan masih tetap empat ICT,” tuturnya.

Saat disinggung terkait pengawasan, Nila mengaku, berbeda dengan di SMA negeri lainnya, di SMA Negeri 3 Cimahi, pengawas UNBK tak hanya oleh guru, namun diperketat dengan adanya pengawasan melalui CCTV.

”Memang siswa bisa tegang, karena gerak-gerik kita terpantau. Tapi mereka pasti sudah terbiasa, sebab setiap ulangan harian memang diawasi CCTV juga,” pungkasnya.

Kepala SMA 3 Yeni Gantini menyebutkan selama proses UNBK di SMA 3 yang diikuti 432 siswa tidak ada laporan tindakan kecurangan ataupun kebocoran soal dari tim pengawas. Sebab kata dia, dari teknis soal, pengiriman soal yang mereka terima langsung dari server pusat. Kemudian masuk ke server lokal atau ke masing-masing sekolah dan itu terjadi di H-1 UNBK.

”Setelah itu, proses sinkronisasi. Lalu setelah melalui proses tersebut kami sudah terima soal dan oleh Kemendikbud akan dikunci dan hanya bisa dibuka saat pelaksanaan ujian saja. Jadi kemungkinan kebocoran soal akan sangat kecil terjadi. Dan berdasarkan pengalaman sebelumnya ada kebocoran soal di SMA 3 ini,” katanya.

Disamping itu, tindakan kebocoran biasanya akan diketahui setelah sesi pertama selesai. Sebab sebut Yeni, pihak sekolah bahkan kepala sekolah tidak diperkenankan masuk ke ruangan, yang diperbolehkan hanya tim pengawas dan peserta didik.

”Karena ini baru sesi pertama, sejauh ini belum ada laporan dan biasanya tindakan kebocoran akan diketahui saat sesi pertama selesai,” tegasnya.

Kepala SMA 5 Bandung, Suparman mengatakan selama pelaksanaan UNBK di SMA 5 Kota Bandung bisa dikatakan aman, karena sejauh ini tidak ada laporan baik laporan kendala teknis maupun laporan adanya tindakan kecurangan ataupun kebocoran UNBK.

“Di SMA 5 Kota Bandung, UNBK diikuti 412 peserta. Semuanya hadir dan sangat siap sehingga tidak ada kekhawatiran bocornya soal ataupun tindakan kecurangan,” katanya.

Selain kesiapan sistem, SMA 5 Kota Bandung diklaim paling siap infrastrukturnya yaitu, fasilitas laboratorium komputer paling memadai karena SMA 5 memiliki 5ruangan lab komputer.

“Jadi, di SMAN 5 Kota Bandung ini hanya menggunakan 2 sesi saja tidak 3 sesi, karena kebutuhan komputer cukup memadai untuk 412 peserta didik yang mengikuti UNBK,” terangnya.

Infrastruktur Belum Siap

Aspek kesiapan infrastruktur UNBK, diakui Disdik Jabar sejauh ini memang belum siap Seratus persen. Artinya meskipun sudah menyiapkan 43.000 server dan kompuer sebanyak 124.055 unit. Jumlah tersebut belum ideal atau belum mampu memenuhi seluruh peserta didik. Sehingga, sistem UNBK SMA ini dibagi ke dalam 3 sesi.

”Peningkatan jumlah peserta UNBK SMA memang sudah sesuai target yaitu, Seratus persen. Tetapi belum bisa diimbangi dengan kesiapan kebutuhan infrastruktur. Ke depannya, mudah-mudahan UNBK SMA dan tingkat lainnya bisa dilakukan 2 sesi saja atau hanya 1 sesi saja,” jelas Hadadi.

Artinya terang dia, idealnya satu perserta didik satu unit komputer atau pelaksanaan UNBK seharusnya hanya 1 sesi saja. Tidak seperti saat ini, satu komputer dipakai untuk 3 peserta didik yang digunakan secara bergantian (dibagi per-sesi).

”Infrastruktur masih belum ideal karena Alhamdulilah peserta didik meningkat, UNBK SMA tahun ajaran ini (2018) diikuti oleh kurang lebih 1.530 sekolah, untuk MA-nya 1.118 dan sekolah luar biasa ada 52 sekolah,” terangnya. (ziz/ign)

Pelaksanaan UNBK : Senin – Kamis (9 – 12 April 2018).

Mata Pelajaran (Mapel) :

Hari pertama : Bahasa Indonesia
Hari kedua.     : Matematika
Hari Ketiga.     : Bahasa Inggris
Hari Keempat : Pelajaran sesuai jurusan

Diikuti 2.700 Sekolah yang terdiri dari :

– 1.530 Sekeloha Menengah Atas (SMA)
– 1.118 Madrasah Aliyah (MA)
– 52 Sekolah Menengah Luar Biasa (SMLB)

Total peserta : 280.489 siswa

– SMA   :  213.013 siswa
– MA      :    67.275 siswa
– SMLB :           201 siswa

Ditunjang : 4.357 server dan 124.055 unit komputer. ( 1 komputer digunakan untuk 3 orang).

Berlangsung : 3 sesi

– Sesi pertama : 07.30 – 09.30 WIB
– Sesi kedua   : 10.30 – 12.30 WIB
– Sesi ketiga   : 14.00 – 16.00 WIB

Sistem yang digunakan :

– SMA dan MA : Ujian Nasional Berbasis       Komputer (UNBK)
– SMLB              : Ujian Nasional Kertas Pensil (UNKP).

~ads~
BAGIKAN

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.