Waspadai Dua Jalur Rawan Laka, Akan Dibangun Jalan Lingkar

48
TAOFIK ACHMAD HIDAYAT/JABAR EKSPRES
RENGGUT NYAWA: Kakorlantas Polri Irjen Pol Royke Lumowa (depan kanan) beserta jajaran saat melakukan peninjauan tempat kecelakaan maut bus pariwisata di Jalan Raya Subang Lembang desa Cicenang kecamatan Ciater Kabupaten Subang, Jawa Barat, Minggu (10/2). Nama tanjakannya berubah dari Emen menjadi Aman.

BANDUNG – DPRD Jawa Barat berharap pencegahan dan penanggulangan jalur rawan kecelakaan (laka) tidak hanya berfokus di jalur Tanjakan Emen atau Aman. Menurut Ketua Komisi IV DPRD Jawa Barat Ali Hasan, masih ada Dua jalur rawan kecelakaan yang harus jadi perhatian bersama salah satunya jalur Jalan Munjul di Kabupaten Garut.

Selain itu sebutnya, terdapat 13 jalur rawan kecelakaan di Jawa Barat yang harus menjadi perhatian bersama. Meskipun sebenarnya dari 13 jalur rawan tersebut, hanya ada Dua yang menjadi kewenangan Pemerintah Provinsi Jawa Barat dan Sebelas lainnya menjadi kewenangan Pemerintah Pusat.

”Untuk itu, Kami berharap untuk anggaran pencegahan dan penanggulangan ini tidak hanya terpusat di jalur Tanjakan Aman saja,” tuturnya dalam Rapat Koordinasi Pasca Tragedi Kecelakaan Tanjakan Aman antara Komisi IV DPRD Jabar dengan Dinas Perhubungan dan Dinas Bina Marga Jawa Barat, Bandung belum lama ini.

Lihat Juga:  Teguh Gantikan Sugilar Jadi Kaper BKKBN Jabar

Meski demikian jelasnya, mengingat kondisi darurat pasca kecelakaan di Tanjangan Aman. Maka, untuk saat ini penanggulangan dan pencegahan jangka pendek harus menjadi prioritas, mengingat penanggulangan jangka panjang masih terbentur persoalan anggaran.

”Saya mengapresiasi usulan-usulan (dari Dinas Perhubungan dan Dinas Bina Marga Provinsi Jawa Barat) terkait langkah-langkah penanggulangan dan pencegahan pasca kecelakaan maut yang terjadi di Tanjakan Aman beberapa hari lalu. Sepeti pemasangan fasilitas lalu lintas berupa marka jalan pita kejut sebagai salah satu langkah jangka pendek untuk penanggulangannya,” jelasnya.

Selain itu, pihaknya pun menyetujui atas rencana yang merupakan solusi untuk jangka panjang seperti pembangunan Jalur Lingkar Subang yang diwacanaka oleh Dinas Perhubungan dan Dinas Bina Marga Provinsi Jawa Barat.

Lihat Juga:  Produksi 10 Juta Obat Ilegal

Sementara itu, Kepala Dinas Bina Marga Provinsi Jawa Barat Guntoro menjelaskan, bahwa hingga sampai saat ini pihaknya telah mempersiapkan beberapa alternatif untuk meminimalisir terjadinya kecelakaan yang sering terjadi di tanjakan yang sebelumnya bernama Tanjakan Emen yang saat ini berubah menjadi Tanjakan Aman tersebut. ”Salah satu alternatif yang ditawarkan adalah, pembangunan jalur Lingkar Subang yang Kami nilai mampu meminimalisir kecelakaan yang kerap terjadi di jalur tersebut,” jelasnya.

Dinas Bina Marga terang Guntoro, telah mempersiapkan rancangan pembangunan jalur tersebut. Jalur lingkar sepanjang 7 kilometer tersebut diharapkan mampu meminimalisir kecelakaan. Selain sebagai salah satu langkah untuk meminimalisir kecelakaan, adanya jalur Lingkar Subang ini pun dinilai mampu mendongkrak perekonomian di Wilayah Subang dan sekitarnya. ”Seperti diketahui Kabupaten Subang kini menjadi salah satu kunjungan wisata favorit di Jawa Barat,” terangnya.

Lihat Juga:  DAD-AAB Gelar Berbagai Macam Lomba

Sedangkan, sekretaris Kepala Dinas Perhubungan Provinsi Jawa Barat, Andreas Wijanto mengatakan, Dinas Perhubungan Jabar mengklaim telah melakukan langkah cepat dalam penanganan pasca terjadi kecelakaan maut yang terjadi di Tanjakan Aman, Kabupaten Subang tersebut.

”Seperti, upaya jangka pendek dengan membuat marka jalan berupa pita kejut, yang akan terpasang di jalur rawan kecelakaan yang menghubungkan Kabupaten Bandung Barat dan Kabupaten Subang tersebut.

Selain itu terang dia, ada pula upaya untuk jangka panjangnya dengan pemasangan perlengkapan jalan, pembuatan escape way, pemasangan atau penempatan CCTV, pembuatan lajur khusus sepeda motor dan pembinaan serta sosialisasi pengusaha angkutan umum termasuk para pengemudinya. (mg2/ign)

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.