Wado Canangkan Tambal Sulam Ikan di Waduk Jatigede

89
DOK
Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan atau Aher melakukan penebaran benih ikan, di Waduk Jatigede, tepatnya di kawasan Kampung Cibungur, Desa Sukaratu, Kecamatan Darmaraja, Kabupaten Sumedang, , beberapa waktu lalu.

SUMEDANG -Pemerintah Desa/Kecamatan Wado, mewacanakan program Tambal Sulam Ikan di Waduk Jatigede. Hal ini, sebagai bentuk dukungan terhadap program pemerintah yang menggemborkan untuk menjaga kelestarian ikan yang ada di Waduk Jatigede. Serta, keberlangsungan pendapatan para nelayan di waduk tersebut.

Atas dasar itu, nuncul sebuah wacana program yang saat ini sedang dirintis pihak desa tersebut. Sudah ada beberapa kolam yang diisi bibit ikan lele yang dipelihara para RT yang ada di desa.

”Kita punya wacana program Tambal Sulam Ikan Waduk Jatigede. Saat ini kita sudah mulai merintisnya, namun belum mengenai ke sasaran pokoknya, hanya baru pembibitan,” kata Kepala Desa Wado Karya Nugraha saat ditemui di lokasi tempat budidaya ikan, belum lama ini.

Dalam hal ini, setelah ikan yang dipelihara para RT sudah berkembangbiak dengan maksimal. Maka pihak desa akan melibatkan karang taruna desa tersebut dan masyarakat untuk menjual ikan kepada para pengunjung waduk yang berniat mancing ikan.

“Jadi konsep saya nanti, berbagai jenis bibit ikan yang merupakan hasil dari perkembangbiakannya, dijual oleh karang taruna atau warga yang ditugaskan kepada para pengunjung yang mau mancing,” ucapnya.

Karya menjelaskan, jadi para pengunjung yang berniat mancing ikan diwajibkan membeli bibit ikan yang sudah disiapkan masyarakat.

Dia mencontohkan, sebelum orang yang mau mancing itu memulai kegiatannya, mereka harus membeli bibit ikan dengan harga yang nanti disepakati. Misalkan para pengunjung diwajibkan membeli satu pelastik bibit ikan dengan harga Rp 5.000, lalu ikan tersebut ditebarkan/dilepakan di Waduk Jatigede.

”Jadi setiap ikan yang ditangkap masyarakat di waduk tersebut sudah diganti dengan bibit baru yang mereka tanam juga,” jelasnya.

Dengan begitu, kelestarian ikan yang ada di waduk bisa terjamin dan tidak usah dihawatirkan akan punah. Namun program yang saat ini tengah digelutinya itu, butuh support juga dari intansi terkait, hal itu demi terwujudnya program tersebut.

Karya menilai, saat program tersebut bisa berjalan dengan mulus maka banyak manfaat yang didapatkan masyarakat Wado. Sebab, selain terjaganya kelestarian ikan, Desa Wado juga bisa memiliki retribusi untuk meningkatkan Pendapatan Asal Daerah (PAD) Desa Wado.

”Manfaatnya juga sangat besar, mudah-mudahan program ini bisa terwujud,” ucapnya. (eri)

BAGIKAN

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.