Wacanakan Sekolah Lima Hari

NGAMPRAH– Seluruh sekolah tingkat dasar (SD) di Kecamatan Lembang Kabupaten Bandung Barata berencana akan menerapkan sekolah lima hari (Senin-Jumat). Hal itu dilakukaan dengan alasan melihat kepadatan lalu lintas yang kerap terjadi pada Sabtu-Minggu yang datang dari berbagai wilayah untuk berkunjung ke lokasi objek wisata.

Kepala Unit Pelaksana Teknis Dinas (UPTD) Pendidikan SD Lembang, Iing Hartawan membenarkan, soal rencana sekolah lima hari tersebut. Itu juga didasari pada usulan para orangtua siswa serta persetujuan dari tenaga kependidikan. “Nanti kan ada berita acara dari para orangtua siswa. Termasuk kesanggupan dari tenaga kependidikan soal rencana sekolah lima hari ini,” kata Iing, Minggu (2/9).

Menurut Iing, jam pelajaran Sabtu nantinya bakal dipindahkan pada hari lainnya seperti Selasa-Kamis. Sehingga tidak mengurangi jam pelajaran yang sudah ditentukan oleh Dinas Pendidikan. “Dengan dipindahkan jam tersebut tentu jadwal pulang siswa juga bakal bertambah atau sekitar pukul 13.30 WIB, salah satunya diisi dengan salat duhur berjamaah,” kata Iing seraya menyebutkan sejauh ini pihaknya sudah melakukan sosialisasi kepada setiap sekolah dan orangtua yang direspon positif.

Sampai saat ini, sebut dia, baru dua sekolah yang sudah menerapkan sekolah lima hari di Lembang. Mulai dari SDN 1 Kayu Ambon dan SDN Pancasila. “Harapanya sekolah laainnya juga nanti bisa menerapkan hal yang sama. Kita juga menjamin, walaupun hanya lima hari kegiatan ekstrakulikuler akan tetap diberlakukan di hari biasa. Seperti kegiatan pencak silat, tari, olahraga bahkan pramuka,” ungkapnya.

Lebih jauh dia menjelaskan, saat ini sekolah dasar di Lembang berjumlah 68 sekolah. Sebanyak 62 sekolah berstatus negeri dan 6 sekolah swasta. “Dengan jumlah siswa mencapai 18.678 siswa. Setiap tahun antusias siswa untuk belajar cukup tinggi. Kami juga mendapatkan bantuan besar dari para tenaga pendidik berstatus honorer,” pungkasnya. (drx)

Berita Terkait

Tinggalkan Balasan