Ultah Dedi Mulyadi, Kokolot Lembur Ngado Bakakak Hayam

67
AKAN TERUS MELAYANI: Calon Wakil Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi (kiri) saat bersalaman dengan warga yang sengaja datang untuk memberikan ucapan selamat ulang tahun pada dirinya.

RATUSAN tokoh masyarakat, kepala dusun, RT dan RW dari puluhan desa di Purwakarta sengaja mendatangi kediaman Mantan Bupati Purwakarta, Dedi Mulyadi di Desa Sawah Kulon, Kecamatan Pasawahan.

Perlu diketahui kemarin (11/4), Cawagub Jabar itu tepat berusia 47 tahun. Ulang tahun Budayawan Sunda itu dirayakan secara sederhana bersama warga dan para kokolot dari desa-desa di Purwakarta.

”Hatur nuhun ini kadonya, semoga ulang tahun saya kali ini membawa keberkahan bagi kita semua. Berkah buat yang memberi hadiah dan berkah untuk saya, serta seluruh masyarakat. Amin,” ujar Dedi Mulyadi.

Sambil membawa tentengan berupa ‘bakakak ayam’, tumpeng, dan beberapa hasil alam, ratusan masyarakat ini datang ke kediaman pribadi Dedi sekitar pukul 10.00. Ini, merupakan kado spesial dari masyarakat.

”Kami hanya ingin turut menguncapkan selamat ulang tahun. Semoga kado yang kami bawa ini bisa diterima dan bermanfaat,” ujar Husen, 40 warga Purwakarta saat di lokasi.

Husen tak menampik, jika kado yang dibawanya itu merupakan bentuk rasa syukur dan terima kasih dari masyarakat. Karena, selama kepemimpinan Dedi Mulyadi jadi Bupati, masyarakat di wilayah ini kerap dimanjakan melalui program-programnya yang digulirkan.

Senada dengan Husen, Emid, 54 salah seorang Ketua RT pun berpendapat sama. Baginya, kepemimpinan Dedi dulu, secara tidak langsung telah menumbuhkan kesan tersendiri bari lembaga desa seperti dirinya. Mengingat, selama memimpin wilayah ini, kebijakan-kebijakan yang digulirkan Dedi kerap memberikan perhatian lebih kepada mereka.

”Selama ini, gaji RT/RW di Purwakarta, per bulannya mungkin yang tertinggi di Jabar. Ini berkat kebijakan yang digulirkan Pak Dedi. Jadi, Jangankan perhatian ke warga, selama kepemimpinan beliau kami selaku RT selalu dimanjakan. Salah satunya, mendapat honorarium,” jelas dia.

Menanggapi pernyataan para kokolot desa, Dedi Mulyadi mengaku sangat terharu. Ternyata, apa yang ditinggalkannya menumbuhkan refleksi kegembiraan dari masyarakat. Menurutnya, kado yang dibawa oleh masyarakat ini sangat spesial.

”Saya ucapkan terima kasih sebesar-besarnya. Mudah-mudahan, saya bisa terus melayani dan berbuat lebih baik untuk masyarakat,” ujar Dedi.

Terkait program honorarium bagi lembaga desa yang dulu digulirkannya di Purwakarta, Dedi berencana menerapkannya juga di tingkat Jabar. Jika terpilih nanti, gaji para aparatur tingkat bawah ini akan diseragamkan. Minimalnya, Ketua RT bisa mendapat penghasilan Rp1,5 juta perbulannya.

”Untuk gaji mereka, nanti anggarannya bisa sharing antara pemerintah pusat, provinsi dan daerah,” jelas dia.

Menurut Dedi, pemberian honor bagi aparatur tingkat bawah ini sangat pantas. Ini, sebagai bentuk penghargaan bagi kinerja mereka. Mengingat, selama ini beban kerja mereka sangat tinggi dalam melayani masyarakat. Dia berharap, dengan adanya gaji bulanan ini kinerja para aparatur tingkat bawah ini lebih meningkat.

Menurutnya, perhatian lebih terhadap kinerja lembaga desa ini sangatlah wajar. Sebab, mereka merupakan ujung tombak keberhasilan berbagai program pembangunan yang dicanangkan pemerintahan di atasnya.

Karena, tanpa bantuan mereka, pemerintah bisa apa. Namun demikian, ‎dengan pemberian honorarium ini para Ketua RT/RW dan linmas, bisa lebih bertanggung jawab. Misalnya terhadap keamanan dan kebersihan lingkungan.

”Kesejahteraan lembaga desa ini sangat penting. Karena, mereka merupakan ujung tombak pemerintahan yang bersinggungan langsung dengan masyarakat. Kedepan program ini harus didorong,” pungkasnya. (nif/ign)

~ads~
BAGIKAN

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.