Turtle Jr Kembali ke Permukaan

Masih Eksis Berkarya dengan Album Kompilasi

30
IPAN SOPIAN/JABAR EKSPRES
SELALU MEBLUDAK: Antusias pengunjung pada Pengadilan Musik DCDC selalu menjadi pusat perhatian pencinta musik.

BANDUNG – Sejak keha­dirannya pada 1992 eksis­tensi band rock punk Turtle Jr masih memiliki nama besar di belantika musik Indonesia. Hal ini terbukti dengan kesibukkan pada proses penggarapan album teranyar miliknya.

Meski menyajikan lagu-lagu kompilasi dengan Recycle lagu lawas, pada Album The Best of Turtles Junior ini sangat layak di­nikmati oleh pencinta mu­sik punk rock.

Pada album ke enam Turt­les Jr ini, berisi 17 track, dengan 16 lagu merupakan lagu-lagu pilihan dari album pertama Die My Girls (1997) sampai album terakhir di rilis Murder (2013), di anta­ranya, War Time, Fuck Your Friends, Kuya Ngora, Norma Tua, dan sebagainya. Namun, di album tersebut juga ada beberapa lagu baru yang layak untuk dinikmati.

Album The Best of Turtles Junior ini, bisa dibilang untuk merayakan kebera­daan band tersebut yang telah malang melintang di dunia mu­sik rock selama ke-22 tahun. Namun, ditengah ketat­nya persaingan indu­stri musik Turtles Jr masih mampu berkarya meski berganti personil.

Untuk menyemarakan Album terbarunya Turtle Jr menyajikan Video klip ber­judul No Bulset dari album yang saat ini sedang di garap.

Untuk mempertanggung­jawabkan eksistensinya tersebut Turtles Jr akhirnya harus di seret ke meja pengadilan Djarum Coklat Dot Com (DCDC) untuk mempertanggung jawabkan buah karyanya.

Pengadilan musik jilid ke – 22 yang dilaksanakan di Kafe The Panas Dalam ini, menampilkan Manjasad sebagai Hakim agung, dengan terdakwa Turtles Jr.

Beberapa pertanyaan dari jaksa penuntut umum yang dijabat Pidi Baiq dan Budi Dalton meluncur deras ke­pada ma­sing-ma­sing perso­nil Turtle JR dengan di dampingi pem­bela Badick of Filth dan Yoga PHB.

Sebelum pertanyaan pamungkas terkait makna Video Klip tersebut tersebut, Jaksa melihat nama Turtel Jr memiliki keunikan ter­sendiri. Sebab, sesuai dengan filosofi Turtle (Ku­ra-kura, red) memiliki umur panjang. Sehingga, sang­atlah wajar bila Band ini masih tetap eksis.

yang di gawani Boentar sebagai Drummer, vokalis oleh Boodfuck, pencabik Bass oleh Dohem, dan Gi­taris dipegang oleh Buux akan menargetkan bisa rilis di tahun ini.

’’Rencana bulan Oktober sudah keluar dalam format Vinyl/piringan hitam, lanjut rilis dalam format CD dan kaset pita. Dan untuk La­bel rekaman masih sama dengan album sebelumn­nya,” kata Buux.

Salah satu yang mem­buat pengunjung sidang terhenyak adalah disalah satu lagu baru yang ditam­pilkan nati ada lagu berba­hasa sunda dengan judul Kuya Ngora yang sempat dibawakan saat tur Asia.

Sementara itu Perwakilan DCDC Sigit Prasetyo Pra­bowo menilai, band ini sangat melegenda dan sempat hilang dari pere­daran. Namun, di luar du­gaan mereka mengeluarkan karya tebaru.

Dia memaparkan, Peng­adilan musik DCDC men­jadi barometer untuk mu­sisi yang mengeluarkan karya terbaru. Namun, untuk masuk harus di saring terlebih dahulu.

“Masuk kesini kan gratis, jadi selalu membludak. Kalau ga bisa kesini bisa streaming,”pungkasnya. (pan/yan)

BAGIKAN

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here