Targetkan Produksi 21 Ribu Ekor

Miliki Potensi Peternakan Besar

42
COBA BERIMAKAN: Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan memberikan rumput ke Sapi peternak yang memiliki kualitas baik di perternakan sapi Cimeunyan Kabupaten Bandung.

NGAMPRAH – Tahun 2018, Dinas Perikanan dan Peterna­kan (Disnakan) Kabupaten Bandung Barat (KBB) terus menggenjot Program Upaya Khusus Sapi Indukan Wajib Bunting (Upsus Siwab) dengan menargetkan jumlah produk­si sapi perah dan potong men­capai 21.686 ekor sapi. Hal itu dilakukan agar produksi daging sapi bisa memenuhi kebutuhan konsumsi masyarakat.

Kepala Dinas Perikanan dan Peternakan (Disnakan) Kabu­paten Bandung Barat, Undang Husni Thamrin didampingi Kepala Bidang Peternakan, Wisman mengungkapkan, program Upsus Siwab meru­pakan intruksi dari pemerin­tah pusat yang sudah berjalan dua tahun tepatnya dimulai pada tahun 2017 lalu.

Lihat Juga:  Makan Nasi Bungkus sebelum Rapat Redaksi

”Bahkan tahun lalu kami me­nargetkan 17.983 ekor sapi dan justru bisa terealisasi mencapai 27. 852 ekor sapi. Tujuan pro­gram ini agar ketersediaan produksi daging sapi bisa aman serta populasi sapi bisa lebih banyak,” katanya.

Menurut Undang, untuk menyukseskan program Up­sus Siwab ini, pihaknya mela­kukan Inseminasi Buatan (IB). Maksud dari IB, kata dia, adalah memasukkan mani/seperma dari sapi jantan ke dalam alat kelamin sapi be­tina sehat dengan mengguna­kan alat inseminasi agar hewan tersebut menjadi bunting.

”Kita sebut dengan kawin suntik supaya cepat hamil. Ada proses yang dilalui seperti seperma sapi itu dicampur dengan bahan kimia dengan cara dibekukan terlebih da­hulu. Setelah itu baru disun­tikan dan rata-rata berhasil. Dalam melakukan IB bertem­pat di Balai Inseminasi Buatan (IBI) Lembang, karena di sana teknologi dan fasilitasnya su­dah lengkap,” paparnya.

Lihat Juga:  Desakan Reshuffle Melebar

Undang menyebutkan, sampaisaat ini jumlah populasisapi perah di Kabupaten Bandung Barat mencapai 38 ribu ekor, sapi potong 6.500 ekor, kerbau 3.671 ekor dan domba/kambing sebanyak 455 ribu ekor.

”Bila program ini berjalan sukses, diharapkan bisa menekankenaikan harga daging sapi di pasaran hingga tidak lagimelakukan impor sapi. Karena di KBB potensi untuk menaikan populasi sapi sangat besar di­dukung oleh sumber daya alam dan sumber daya manusia,” pungkasnya. (drx/yan)

BAGIKAN

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here