Targetkan Pariwisata go Internasional

25
DIKENAL DUNIA : Disparbud menargetkan agar pariwisata di Bandung Barat bisa dikenal dunia sehingga tingkat kunjungan bisa lebih bertambah sesuai dengan target.

NGAMPRAH– Kabupaten Bandung Barat menargetkan agar sejumlah pariwisata bisa go Internasional melalui program e-tourism. Salah satunya dengan gencar mempromosikan dengan berbagai macam media agar diketahui bahwa di Lembang memiliki lokasi wisata yang menjadi sorotan dunia. “Kita punya target wisata yang ada di KBB itu bisa go Internasional. Karena kita juga memiliki potensi seperti Bali,” kata Kepala Disparbud KBB, Sri Dustirawati di Ngamprah belum lama ini.

Menurut dia, sejumlah wisata di KBB saat ini sudah banyak dikenal hingga mancanegara. Terbukti, banyak pengunjung dari Malaysia, Singapura dan Eropa yang datang ke Kabupaten Bandung Barat. “Tinggal kita maksimalkan promosi ini agar pengunjung dari luar negeri bisa datang. Kalau sudah go Internasional, maka akan bertambah juga pada pendapatan asli daerah (PAD) kita,” katanya.

Sri menambahkan, pihaknya juga bakal menggandeng komunitas ekonomi kreatif, himpunan pemandu wisata dan pihak lainnya agar ikut membantu mempromosikan wisata KBB di kancah Internasional. “Tentu pemerintah tidak bisa sendiri dalam mewujudkan ini. Harus ada bantuan berbagai pihak agar bisa dengan cepat sejumlah wisata di KBB dikenal banyak orang,” ungkapnya.

Apalagi, kata dia, saat ini pemilik wisata di KBB terus mengembangkan objek wisatanya dengan berbagai kreativitas untuk menarik minat pengunjung. Begitu juga dengan objek wisata alam seperti Tangkubanparahu, Curug Malela, Gua Pawon yang memiliki keaslian alamnya. “Kita itu punya objek wisata alam dan buatan. Sehingga pengunjung bisa memilih sesuai dengan keinginan,” ungkapnya.

Bahkan, di tahun 2018, Disparbud Kabupaten Bandung Barat menargetkan 3 juta orang kunjungan wisatawan lokal dan mancanegara yang datang ke Kabupaten Bandung Barat. Hal itu diungkapkan Sekretaris Disparbud Kabupaten Bandung Barat, Cucu Hertika. “Target kami pada tahun ini bisa mencapai 3 juta orang wisatawan. Sehingga bisa menambah pendapatan ke kas daerah. Itu untuk total kunjungan ke seluruh lokasi wisata baik milik pemerintah maupun swasta,” kata Cucu.

“Kami mempersiapkan sejumlah terobosan agar tingkat kunjungan semakin banyak. Salah satunya, terobosan yang dilakukan melakukan MoU dengan lembaga seperti BUMN dan BUMD,” jelasnya. (drx)

~ads~
BAGIKAN

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.