50

Tambah Fasilitas untuk Disabilitas

Masih Banyak yang Kurang Layak

MINTA HAK YANG SAMA: Penyandang Disabilitas melakukan aksi protes berjalan kaki ditengah jalan untuk menuntut kesamaan hak hidup dalam memperoleh pekerjaan.

BANDUNG – Dalam rangka memperingati hari Disabilitas Internasional Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung ber­tekad meningkatkan sarana unum khusus penyandang disabilitas.

Hal itu sebagai komitmen Pemkot Bandung memberikan pelayanan yang adil dan me­rata bagi semua masyarakat tidak terkecuali penyandang disabilitas.

“Pemerintah Kota Bandung mempunyai tugas dan kewa­jiban untuk terus meningkat­kan infratruktur disabilitas. Hal itu agar betul-betul bisa mem­berikan kenyaman bagi kaum disablitas,” ujar Wali Kota Bandung, Oded M. Danial, di Balai Kota Bandung, Jalan Wastukancana, Senin (3/12).

Menurutnya, Pemkot Bandung telah berupaya me­ningkatkan pelayanan ter­hadap penyandang disabilitas. Salah satunya memperbaiki sejumlah infrastruktur agar penyandang disabilitas bisa menjangkau pelayanan, di antaranya trotoar, beberapa fasilitas di rumah sakit, dan perkantoran.

Oded juga menyambut po­sitif atas arahan Menteri So­sial Republik Indonesia agar pemerintah daerah memiliki kartu identitas disabilitas.

“Ketika ada imbauan se­perti itu, kita (Pemerintah Kota) harus merespon postif juga. Kita akan lakukan, saya akan usulkan kepada dinas terkait mereka untuk merespon positif arahan dari kement­rian sosial,” ujarnya.

Kementerian Sosial me­nyebut, manfaat Kartu Iden­titas disabilitas dapat diguna­kan sesuai kebutuhan para penyandang disabilitas. Mis­alnya, kebutuhan untuk ke rumah sakit dan kebutuhan lainnya.

Saat ini, Pemkot Bandung telah menghadirkan dua Pu­sat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas) Ramah Disabi­litas. Keduanya yaitu UPT Puskesmas Salam yang be­rada di Kelurahan Cihapit Kecamatan Bandung Wetan dan UPT Puskesmas Pasirka­liki di Kecamatan Cicendo.

Setelah peresmian dua layanan kesehatan tingkat pertama ini, Pemkot Bandung akan mengupayakan 80 Pus­kesmas yang ada di kota kembang menjadi ramah disabilitas secara bertahap. Mulai dari sisi infrastruktur hingga kesiapan sumber daya manusia (SDM) yang ada di dalamnya. (yan)

Loading...

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.