Taman Cicendo Jadi Ajang Edukasi

215
TAOFIK ACHMAD HIDAYAT/JABAR EKSPRES
AJANG BERMAIN: Seorang bocah saat menggayuh becak yang ditumpangi dua bocah lainnya tepat di bawah tulisan Alun Alun Cicendo yang tampak eksotik. Sejumlah anak anak terlihat asyik bermain di wahana baru yang disediakan Alun alun Cicendo di Jalan Jatayu, kota Bandung, kemarin (11/1).

BANDUNG – Alun alun Cicendo yang sudah diresmikan penggunaannya oleh pemerintah kota Bandung beberapa waktu lalu. Saat ini tinggal proses penyempurnaan sebab bangunan dengan luas 5.300 meter persegi ini masih ada kekurangan di beberapa titik.

Camat Cicendo Fajar Kurniawan membenarkan jika dipandang dari sudut bentuk bangunan, hingga saat ini bangunan sudah rampung Seratus persen. Yang kurang hanya pada bagian pendukung seperti kursi dan lampu penerangan. ”Kalau bentuk sih sudah jadi. Tinggal perawatan saja, karena ini kan basicnya dari besi semua jadi harus dikontrol lagi barangkali masih ada yang tajam di ujung besinya kan bahaya banyak anak-anak,” kata Fajar saat ditemui usai meninjau pekerjaan di Alun alun Cicendo kemarin (11/1).

Lihat Juga:  Polisi Buru Sindikat Narkoba

Selain penerangan yang kurang, dia berharap ditambahkan juga papan informasi untuk memudahkan wisatawan yang dari luar kota Bandung sebagai petunjuk arah. ”Harus ditambah papan informasi jadi wisatawan tidak nyasar kalau mau keluar dari sini,” sebutnya.

Pantauan Jabar Ekspres, Alun alun Cicendo memiliki fasilitas terbilang komplit. Di lokasi ini ada kolam cetek, sarana olah raga seperti podium, basket, skateboard, taman taman tematik. Seperti taman besi, taman sandal, dan ada juga musola.

Dikatakan Fajar dengan adanya fasilitas yang komplit tersebut, dia optimistis jika adanya taman tersebut bakal menarik wisatawan untuk datang ke Cicendo. Namun sebut Fajar, salahastu kendala yang dia hadapi saat ini yakni permasalahan lahan parkir, hingga saat ini untuk para pengguna yang akan menikmati keindahan taman Cicendo parkirnya musti di bahu jalan. ”Kita sih rencana ingin membangun tempat parkir tapi lahannya masih dibicarakan,” ucapnya.

Lihat Juga:  Ridwan Kamil Ajak Tinggalkan Birokrasi Basa-basi

Fajar juga menyebutkan sebelum taman Cicendo jadi, banyak warga yang bertanya tanya akan dibuat seperti apa lokasi tersebut. ”Masyarakat di sini memang sempat kaget, mau buat apa? Awalnya mereka bingun tapi setelah ini jadi mereka dapat menikmati. Karena lokasi ini ternyata bisa dijadikan tempat untuk berinteraksi,” sambungnya.

Selain digunakan sebagai tempat rekreasi bagi keluarga yang murah, Alun alun Cicendo digunakan untuk tempat edukasi tentang kebersihan untuk anak-anak. ”Kita ajak anak kecil yang main di sini memungut sampah dan memilah sampah dan harus di buang kemana. Jadi ini bisa jadi tempat wisata sekaligus tempat edukasi,” ucapnya.

Lihat Juga:  Konsep Smart City Terbang ke Sorong

Dia mengimbau ke penjual besi di sekitar Alun-alun agar merubah haluan jualnnya, yang awalnya jualan besi jadi jualan makanan. ”Ini kan jadi tempat wisata nantinya, akan banyak yang datang ke sini, untuk liburan, jadi yang pasti di cari adalah makanan bukan besi, walaupun untuk merubah bukan hal yang mudah, dan kalau bisa sih ada car free day juga di sini,” ucapnya. (pan/ign)

BAGIKAN

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.