Tak Ada Perubahan Menu Latihan

34

BANDUNG – Pelatih fisik Persib, Yaya Sunarya memastikan, tidak ada perubahan intensitas dan volume latihan selama bulan Ramadan. Dikatakannya, tim pelatih hanya mengatur waktu latihan mendekati atau setelah berbuka puasa.

Dia mengaku sudah mempertimbangan berbagai hal dengan pelatih kepala Mario Gomez dan dokter tim, Rafi Ghani. Termasuk, waktu bermain selama satu bulan ke depan.

“Kita sudah kondisikan dengan berkoordinasi bersama coach, dokter, dan pemain. Kita adaptasi harus main pukul 20.30 WIB dengan rentang waktu 2 jam setengah setelah buka puasa. Apa saja yang harus disiapkan dan dikonsumsi pemain saat berbuka dan sahur,” kata Yaya di Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA), kemarin.

Dikatakannya, tidak ada perubahan menu latihan karena selama Ramadan tim tetap melakoni lima pertandingan, termasuk laga tunda kontra Persebaya Surabaya. Empat laga lainnya adalah kontra PSM Makassar, PSMS Medan, Bali United dan Bhayangkara FC.

“Artinya di masa kompetisi kita tetap menjaga fisik, teknik, taktikal, dan mental seperti dalam masa kompetisi ketika pertandingan. Jadi, kita tetap melakukan aktivitas yang sama dengan volume dan intensitas yang sama di masa kompetisi,” ungkap Yaya.

Sementara itu, Pelatih Persib Bandung Roberto Carlos Mario Gomez membahas soal kualitas empat kiper Persib yakni I Made Wirawan, M Natshir Mahbuby, Imam Arief Fadhilah dan M Aqil Savik.

Pelatih asal Argentina ini, mengaku tenang dengan kualitas yang dimiliki keempat penjaga gawangnya itu. Dia bisa mengandalkan mereka di dua kompetisi Liga 1 2018 dan Piala Indonesia 2018.

“Saya rasa, musim ini kita sangat aman di sektor kiper. Dalam latihan pun mereka terus menunjukan kemampuan terbaiknya. Tentu itu akan sangat baik untuk tim. Ini membuat saya tenang,” kata Gomez.

Menurut Gomez, empat kiper Maung Bandung disebutnya memiliki kemampuan dan gaya bermain berbeda.  Namun, dari keempat nama, Gomez kerap menjatuhkan pilihannya kepada dua penjaga gawang I Made Wirawan dan Deden Natis di Liga 1.

Dia mengaku, memiliki alasan tersendiri mengapa dua nama tersebut selalu diberikan menit bermain. Sebab kata dia, posisi kiper ditentukan akan kebutuhan tim.

“Semua kiper siap diturunkan kapan saja, dan mereka punya skill dan gaya yang berbeda. Kita melihat semua sangat siap untuk bermain di level manapun. Jika peraturan boleh menurunkan banyak kiper, saya tentu akan menurunkan mereka semua,” tuntasnya. (sib/vpc/ign)

BAGIKAN

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.