Survei Elin-Maman Masih Teratas

572
TAOFIK ACHAMD HIDAYAT/JABAR EKSPRES
SPANDUK, BALIHO BERTEBARAN: Sejumlah Baliho Kampanye Pilbub Kabupaten Bandung Barat Terlihat di Ruas Jalan, Raya Padalarang, Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat, Minggu (7/1).

NGAMPRAH – Berdasarkan kajian dari lembaga survey Politik dan Ekonomi Pengembangan (Puskapolekbang) Kabupaten Bandung Barat (KBB) pasangan Elin Suharliah – Maman S Sujaya masih memiliki posisi teratas untuk pasangan yang banyak diminati masyarakat.

Kepala Pusat Kajian Politik dan Ekonomi Pengembangan KBB, Holid Nurjamil menyatakan, saat ini Maman S Sunjaya mendapatkan dukungan dari berbagai partai, baik religius maupun nasionalis.

’’PPP, PKB dan PDIP membangun koalisi nasionalis-religius di beberapa daerah menguatkan pasangan Elin-Maman terwujud tentu Elin-Maman dipilih masyarakat,’’ jelas Holid kepada wartawan kemarin (7/1)

Dirinya memaparkan, selain simulasi Elin berpasangan dengan Maman pihaknya juga melakukan survei simulasi Yayat – Elin atau Elin –Yayat. Bahkan, survei terakhir dipasangkan dengan Aa Umbara hasilnya masih tetap teratas. Namun, jika dibandingkan dengan Elin-Maman jauh lebih besar peluang menang.

Terkait belum keluarnya surat rekomendasi dari DPP PDIP untuk wilayah Kabupaten Bandung Barat, Holid memprediksi DPP PDIP masih menggodok dan akan diumumkan jelang pendaftaran. Bahkan, DPP PDIP terlihat hati-hati lantaran di internal PDIP Kabupaten Bandung Barat banyak elit partai yang maju. Mulai dari Elin Suharliah, Aa Umbara Sutisna, Yayat T Soemitra, Pamriadi hingga Udis Supriatna. Sementara, Maman S Sunjaya merupakan pendaftar ke PDIP yang bukan kader PDIP KBB.

Belum lama ini, Ketua DPC PDIP Kabupaten Bandung Barat Abubakar memastikan, pengusungan bakal calon bupati dan wakil bupati dalam Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) KBB 2018 dari PDIP diumumkan di menit-menit akhir atau injury time. Kendati dalam rapat pleno, Surat Keterangan (SK) rekomendasi untuk pemilihan calon bupati dan wakil bupati jatuh kepada pasangan Elin Suharliah dan Maman S Sunjaya.

“Alasan dilakukan di menit akhir, guna tertib administrasi, sehingga rekom akan dikeluarkan pada saat bersamaan menjelang pendaftaran ke Komisi Pemilihan Umun (KPU). Namun, yang jelas pada waktunya, rekomendasi dari rapat pleno tidak berubah, dan hanya tinggal administrasi saja,” tegasnya.

Abubakar menambahkan, dikeluarkannya rekomendasi pasangan balonbup di menit-menit akhir juga merupakan langkah strategi politik yang dilakukan partai dalam menghadapi Pilkada mendatang. Terlebih strategi ini dinilai efektif untuk membuat sejumlah lawan politik akan kesulitan mengukur dan mempelajari kekuatan dari partai. (drx/yan)

~ads~
BAGIKAN

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.