Stevia Si Manis yang Menjanjikan

Mencari Potensi Perkebunan di Kabupaten Bandung

169
PROSPEK MENJANJIKAN: Seorang petani budidaya Stevia di Desa Gambung bercocok tanam Stevia yang mengandung rasa manis bebas kalori sebagai pengganti dari gula.

Tanaman Stevia dengan nama latin Stevia, rebaudiana memiliki rasa manis mulai dari daun sampai batanya. Kemanisannya memiliki manfaat sangat baik bagi tubuh. Sebab, miliki kandungan Kalori sangat rendah. Bahkan, manisnya pohon ini memiliki keuntungan menjanjikan.

Yuli S. Yulianti, Soreang

Keberadaan tanaman Stevia munkin masih belum banyak dikenal masyarakat. Padahal, tanaman ini memiliki prospek menjanjikan bila dikembangkan.

Tanaman Stevia merupakan tanaman perdu yang memiliki rasa manis baik dari daunnya maupun sampai akarnya. Namun, tanaman ini tidak mengandung tinggi kalori seperti gula dari tebu.

Untuk Kadar manisnya Stevia yang sudah menjadi ekstrak bubuk gula memiliki rasa manis lebih tinggi bila dibandingkan dengan pemanis rendah kalori dari jagung. Sehingga, sangat cocok bila di konsumsi oleh penderita Diabetes.

Di Kabupaten Bandung Stevia tumbuh sangat subur di Kecamatan Pasirjambu, Gambung, dan Kertasari. Namun untuk luas Lahan masih terbatas yakni sekitar 10 hektare saja.

Melihat potensi ini, sebetulnya Dinas Pertanian dan Perkebunan (Disperbun) Kabupaten Bandung berencana akan melakukan pengembangan tanaman Stevia dengan memperluas lahan tanam.

Ditemui di ruang kerjanya Kepala Disperbun Tisna Umaran memaparkan lebih detal jenis tanaman ini. Menurutnya, Stevia adalah tanaman dari jenis spesies Stevia rebaudiana. Daun hijau Stevia memiliki rasa sangat manis tapi tidak mengandung kalori gula.

Meskipun di Kabupaten Bandung lahan Stevia masih sedikit, pihaknya akan terus melakukan sosialisasi minum gula rendah kalori ke masyarakat dengan mengembangkan tanaman Stevia secara luas.

“Kalau dilihat sisi potensi, Kabupaten Bandung untuk mengembangkan gula stevia sangat besar potensinya, karena stevia itu hidup di dataran tinggi, dan bisa toleran di bawah tegakan,”jelas Tisna ketika di temui kemarin (11/4)

Dia memaparkan, tanaman Stevia sangat cocok ditanam di dataran tinggi dan bisa dilakukan dengan cara stek dari batannya. Stevia bisa di tanam di halaman rumah atau untuk areal lahan, bisa digabungkan dengan komoditas lain seperti kopi.
Tisna mengakui, lahan Stevia yang ada di Kabupaten Bandung memang dikembangkan oleh pihak swasta dari Kimia Farma untuk kebutuhan industri. Sehingga, dalam pengelolaannya di butuhkan proses dan peralatan untuk mengubah dau Stevia menjadi bubuk gula.

“Stevia tidak mudah dalam proses pengolahan dari daun menjadi gula. Karena ada tahap pabrikasi yang tidak bisa dilakukan oleh industri rumah tangga, sekarang daun menjadi gula putih,” terangnya.

Tanaman Stevia, merupakan Varietas seperti tanaman perdu memiliki bentuk seperti pohon kemangi. Stevia bisa dipanen berkali-kali dengan pemetikan pada daunnya seperti tanaman teh.

Pengembangan tanaman Stevia di kabupaten Bandung awalnya didapat dari investor asal Vietnam. Padahal, tanaman ini aslinya berasal dari Amerika latin.

Tisna menyebutkan, bagi masyarakat yang berminat mengembangkan harga satu pohon Stevia sangat murah hanya Rp 3000 rupiah. Namun, untuk Stevia yang sudah berbentuk gula harganya sangat mahal. Bahkan, per shacetnya mencapai Rp 5000 rupiah.

Dia mengakui, potensi besar tanaman Stevia akan terus dikembangkan. Terlebih, tanaman ini dapat beradaptasi di di lahan tegakan dan nantinya akan dijadikan komoditas pertanian dan Perkebunan andalan Pemkab Bandung setelah Kopi.

Kedepannya, pihaknya akan lebih giat lagi memperkenalkan tanaman bernilai ekonomi ini kemasyarakat. Apalagi, komoditas ini bisa panen cepat.

“ Pohon Stevia ini ditargetkan bisa di panen segar, dan penampungnya pun sudah ada,” kata Tisna.

Sementara itu, petani Stevia Kampung Leuwi Liang Desa Cibodas Kecamatan Pasir Jambu Dini Mardiani mengatakan, pihaknya melakukan penanaman Stevia sejak tahun 2010 lalu di lahan dua hektar lebih. Bahkan, dia bersama kelompok usaha Nusantara Kiat Lestari (Nukita) sudah membuat produk teh Stevia sejak 2013.

Menurutnya, Teh Stevia dibuatnya cukup mudah, yaitu dengan cara daun Stevia dikeringkan kemudian di kemas seperti te h celup.

’’ Jadi peminum the tidak usah menambahkan gula karena rasanya sudah manis,” kata dia. (yan)

BAGIKAN

3 KOMENTAR

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.